SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pop CultureUni Emirat Arab (UEA) Berhasil membuat sejarah, Al-amal Berhasil mendarat di Mars.

Uni Emirat Arab (UEA) Berhasil membuat sejarah, Al-amal Berhasil mendarat di Mars.

Uni Emirat Arab membuat sejarah pada hari Selasa, 9 Februari karena mereka menjadi negara Arab pertama dan hanya negara kedua dalam sejarah yang berhasil menempatkan pesawat luar angkasa ke orbit Mars pada upaya pertama mereka.

Selain menjadi Negara arab pertama yang mendaratkan wahana antariksa ke orbit mars, Uni Emirat Arab juga menjadi Negara atau agensi kelima yang sukses mencapai Mars setelah AS, Uni Soviet, India dan ESA (Eropa).

Penyelidikan Al-Amal, yang diterjemahkan menjadi “Harapan” dalam bahasa Inggris, memulai pembakaran Penyisipan Orbit Mars 27 menit pada pukul 15:30 UTC, (10:30 waktu bagian Timur di Amerika Serikat). Pembakaran tersebut menempatkan pesawat itu ke orbit awal 40 jam, 1.000 x 49.380 km dari Planet Merah.

Setelah hampir 7 bulan sejak diluncurkan, wahana antariksa bernama Al-Amal (“Harapan” dalam bahasa Indonesia) dengan lancar mendekati planet Mars hingga akhirnya semalam, Al-Amal mulai melakukan manuver Mars Orbit Insertion selama 27 menit mulai pukul 22:30 WIB. Sederhananya, manuver ini bertujuan untuk memperlambat kecepatan Al-Amal sehingga dapat “ditangkap” oleh gravitasi Mars dan membuatnya mengorbit planet tersebut. Kurang lebih 400 kg dari 880 kg bahan bakar Al-Amal digunakan selama manuver pengereman ini.

Al-Amal saat ini telah sukses memasuki orbit awalnya dengan periapsis (jarak terdekat dari permukaan Mars) 1.000 km dan apoapsis (jarak terjauh dari permukaan Mars) 49.380 km. Al-Amal akan terus menyesuaikan orbitnya selama tiga bulan ke depan hingga ke orbit kerjanya yakni 22.000 km (periapsis) x 43.000 km (apoapsis) dengan kemiringan orbit 25°dari ekuator Mars. Wahana antariksa Al-Amal dikembangkan oleh lembaga pemerintah Dubai, Mohammed Bin Rashid Space Centre (MBRSC), bekerjasama dengan beberapa universitas AS dan diluncurkan pada 20 Juli 2020 lalu menggunakan roket H-IIA milik Mitsubishi Heavy Industry dari Tanegashima Space Center, Jepang. Misi Al-Amal sendiri yakni mempelajari mekanisme hilangnya atmosfer terluar (eksosfer) Mars ke angkasa yang terjadi selama miliaran tahun ini yang membuat atmosfer Mars yang dulunya tebal menjadi menipis hingga seperti saat ini.

Hilangnya atmosfer karena faktor luar angkasa atau Matahari telah dipelajari oleh misi lain. Dan dengan Al-Amal, UEA ingin menjembatani kesenjangan pengetahuan tentang peran apa yang dimainkan sistem cuaca di Mars dalam hilangnya atmosfer dengan mempelajari dinamika atmosfer Mars serta interaksinya dengan cuaca antariksa seperti angin surya untuk memahami perubahan iklim Mars yang terjadi selama setahun dan hubungan antara cuaca Mars saat ini dan di masa lalu. Al-Amal memiliki struktur utama berbentuk kubus, setinggi 2,9 meter, dan lebar 2,37 meter serta dilengkapi antena berdiameter 1,5 meter untuk komunikasi dan dua panel surya sebagai sumber tenaga.

Al-Amal dilengkapi dengan 3 instrumen penting untuk mendukung misinya yakni:

– Emirates Mars Infrared Spectrometer (EMIRS) yang terdiri dari spektrometer inframerah termal interferometri yang berfungsi untuk memeriksa dan mengkarakterisasi distribusi es, uap air, dan debu di atmosfer Mars yang lebih rendah, serta mengamati pola suhunya. EMIRS dapat memindai permukaan Mars hingga 60 kali per minggu.

– Emirates Exploration Imager (EXI) yang terdiri dari kamera multi-band yang mampu mengambil foto beresolusi tinggi permukaan Mars. EXI juga berfungsi untuk mengukur sifat-sifat es, air, aerosol, debu, dan ozon di atmosfer Mars.

– Emirates Mars Ultraviolet Spectrometer (EMU) yang akan mendeteksi emisi dalam rentang panjang gelombang 100-170 nanometer untuk mengukur secara akurat laju pelepasan gas hidrogen dan oksigen dari atmosfer Planet Merah ke luar angkasa.

Al-Amal akan menjalankan misi ilmiahnya tersebut selama selama satu tahun Mars (687 hari di Bumi) dan jika masih berfungsi di akhir misi, tentunya Al-Amal berpotensi menerima perpanjangan misi di luar rencana saat ini.

misi tersebut membawa tiga tujuan utama, untuk:

1. Memahami dinamika iklim dan peta cuaca global Mars melalui karakterisasi atmosfer planet yang lebih rendah.

2. Menjelaskan bagaimana cuaca mengubah pelepasan hidrogen dan oksigen dengan menghubungkan kondisi atmosfer bawah dengan atmosfer atas.

3. Memahami struktur dan variabilitas hidrogen dan oksigen di atmosfer atas dan mengapa Mars kehilangannya ke luar angkasa.

Dalam hal ini, Al-Amal akan menjadi “satelit cuaca sejati pertama” di Mars dan akan memberikan gambaran lengkap pertama tentang atmosfer Mars dan lapisannya.

Rekomendasi jasa backlink Terjamin murah dan terpercaya terbaik di Indonesia