SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sanksi FIFA Menanti, Dampak Tragedi Kanjuruhan !

Tragedi Kanjuruhan – Tepat tadi malam usai laga pertandingan Arema FC vs Persebaya yang bertempat di Stadion Kanjuruhan, Malang. Terjadi kerusuhan hebat yang mengakibatkan korban meninggal hingga 130 Jiwa.

Laga Suka Cita menjadi Duka Cita

Sepakbola dalah sebuah ajang olahraga yang harusnya bisa dinikmati oleh para penonton dari semua kalangan usia dari muda hingga orang tua dengan penuh suka cita, namun berbeda dengan pertandingan Arema FC vs Persebaya tadi malam yang berakhir dengan duka cita.

Kerusuhan Dibubarkan dengan Gas Air Mata ?

Stadion Kanjuruhan yang awalnya menjadi tempat untuk pertandingan sepakbola bergengsi, mendadak diselimuti asap yang gelap, para supporter banyak yang memaksa turun kelapangan dan keadaan berubah menjadi ricuh.

Sementara itu, pihak kemanan pun membubarkan dengan gas air mata, namun dilansir dari sport.detik penggunaan gas air mata didalam area pertandingan sepak bola adalah hal yang dilarang oleh FIFA dan sudah tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Namun kemungkinan karena keadaan yang sudah tidak kondusif, pihak keamanan pun nggak punya cara lain untuk mengamankan situasi, gimana menurut pendapat kalian ?

Tragedi Sepak Bola Terbesar kedua di Dunia

Tragedi Kanjuruhan menelan korban jiwa hingga 130 orang menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dalam daftar tragedi sepakbola terbesar didunia.

Tragedi yang paling besar terjadi saat babak kualifikasi Olimpiade Tokyo yang sudah terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu, kejadian tersebut menelan korban hingga 328 orang tewas.

Melihat hal tersebut, banyak orang berspekulasi bahwa Sanksi FIFA akan diberlakukan untuk sepakbola Indonesia, padahal disisi lain Timnas Indonesia sekarang sedang di performa terbaiknya dan Indonesia juga sudah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.