SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Tesla Kembali Terima Bitcoin Sebagai Alat Pembeliannya?

Harga Bitcoin kembali di atas $40.000

CEO Tesla mengatakan transaksi yang dilakukan dalam mata uang digital akan dilanjutkan setelah penambangan kripto lebih tinggi. Dan kini harga bitcoin mencapai level tertinggi pada tiga minggu terakhir. Lalu pada hari senin naik kembali hingga mencapai angka di atas $ 40.000.

Naiknya harga bitcoin ini di dasari dari perkataan Elon Musk. Elon Musk berkata bahwa Tesla akan melanjutkan perihal transaksi yang dilakukan dengan mata uang digital setelah harga bitcoin dan uang kripto meroket.

Ini mungkin menjadi arah terbaru perusahaan mobil listrik pada penerimaan bitcoin lagi. Dengan menyoroti kemampuan dan melihat kelanjutan yang akan datang dari kepala eksekutif miliader Tesla untuk mempengaruhi harga bitcoin dan cryptocurrency lainnya.

Dengan kenaikan atau peningkatan nilai dari bitcoin itu sendiri, kini Tesla akan kembali mengizinkan transaksi menggunakan bitcoin lagi. Kini harga satu bitcoin melonjak ke level tertinggi yaitu $40.580, dan angka ini bisa semakin melonjak.

Resmi menjadi alat pembayaran Tesla.

source.siliconrepublic
ADVERTISEMENT

Awalnya bitcoin memiliki syarat khusus untuk kembali bisa menjadi alat pembayaran di Tesla. Jika penambangan bitcoin mencapai 50 persen ‘lebih hijau’ atau ramah lingkungan barulah bitcoin bisa kembali menjadi alat pembayaran di Tesla. Dengan cepat bitcoin memenuhi persyaratan tersebut.

Tentu saja dengan terpenuhinya syarat yang ada, kini bitcoin telah resmi menjadi alat pembayaran di Tesla lagi. Namun memang rencana dari Elon Musk dangat berbuah manis. Rencana yang disampaikannya lewat akun Twitternya seketika membuat harga bitcoin naik.

Dikabarkan pada bulan Mei bahwa Tesla tidak akan lagi menerima bitcoin untuk pembelian mobil, dengan alasan masalah lingkungan yang sudah lama berkembang. Pada bulan Februari, Tesla mengungkapkan telah membeli $ 1,5 miliar bitcoin dan akan menerimanya sebagai bentuk pembayaran untuk mobil.

Dan kabar baiknya, saat terdengar adanya konfirmasi penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan oleh para penambang, Tesla langsung mengizinkan transaksi tersebut kembali.

Tentang Bitcoin

source.indiatimes
ADVERTISEMENT

Energi yang digunakan untuk menghasilkan bitcoin setara dengan jejak karbon tahunan Argentina, menurut Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index, alat dari para peneliti di Universitas Cambridge yang mengukur penggunaan energi mata uang.

Dilansir dari theguardian, penambangan Bitcoin merupakan proses di mana bitcoin diberikan kepada komputer yang memecahkan serangkaian algoritme yang kompleks dan sangat membutuhkan energi. Karena jumlah bitcoin yang dapat ditambang terbatas sekitar 21 juta.

Oleh karena itu perlu adanya komputer yang bisa memecahkan algoritme yang semakin sulit untuk mendapatkan bitcoin. Peralatan khusus dan kekuatan pemrosesan yang intens menggunakan banyak listrik, sama seperti di beberapa negara.

Meskipun kenaikan bitcoin baru-baru ini, itu masih diperdagangkan sekitar sepertiga lebih rendah dari rekor tertinggi $63.000, yang dicapai pada bulan April. Setahun yang lalu, nilai bitcoin di bawah $9,500.

Sebelumnya pada bulan Juni, negara Amerika Tengah El Salvador menjadi yang pertama di dunia yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Dan teknologi untuk menggunakan cryptocurrency mempromosikan “inklusi keuangan”, investasi dan pembangunan ekonomi.

Masih banyak yang meragukan

source.bisnistempo

Namun, masih banyak yang tetap tidak yakin, dan cryptocurrency tetap kontroversial. Regulator global skeptis, karena volatilitas dan kerentanan mereka terhadap pencurian atau peretasan.

The Bank of England telah sebelumnya memperingatkan bahwa kenaikan mata uang digital bisa memicu banjir penarikan dari bank high-street. Dengan mempertaruhkan stabilitas keuangan dan ekonomi yang lebih luas, dan memperingatkan bahwa investor berisiko kehilangan uang mereka. Dilansir theguardian.

Menurut berbagai ukuran, bitcoin dinilai terlalu rendah pada harga saat ini. Banyak analis masih ragu-ragu dalam menentukan apakah aset digital siap untuk digunakan melanjutkan tren tersebut.

Jadi menurut kalian bagaimana?