SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sejarah Bahasa Gaul Dan Beberapa Contoh Bahasa Baul Beserta Artinya

Bahasa prokem atau bahasa gaul adalah bahasa pergaulan dari preman. Bahasa ini awalnya digunakan oleh kalangan preman untuk berkomunikasi satu sama lain. Tujuan dari bahasa prokem adalah membuat bahasa yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang, mereka merancang kata-kata baru dengan cara antara lain mengganti kata ke lawan kata, mencari kata sepadan, menentukan angka-angka, penggantian fonem, penambahan awalan, sisipan, atau akhiran.

Awal mula bahasa prokem dapat kita telusuri dari awal tahun 1950-an yang banyak diucapkan di kalangan bramacorah, preman dan anak jalanan. Pada tahun berikutnya, bahasa prokem mulai populer di kalangan pemuda kota. Puncaknya terjadi pada tahun 1970-an ketika Teguh Esha, seorang pengarang dan wartawan, menerbitkan novelnya Ali Topan Detektip Partikelir yang digemari kalangan muda waktu itu. Dalam novel tersebut, Teguh Esha menggunakan beberapa kosakata bahasa prokem.

Belakangan ini, bahasa prokem mengalami pergeseran fungsi dari bahasa rahasia menjadi bahasa pergaulan anak-anak remaja. Bahasa pergaulan anak-anak remaja ini merupakan logat bahasa Indonesia nonformal yang digunakan di suatu daerah atau komunitas tertentu. Penggunaan bahasa gaul menjadi lebih dikenal banyak orang setelah Debby Sahertian mengumpulkan kosakata yang digunakan dalam komunitas tersebut dan menerbitkan buku yang bernama Kamus Bahasa Gaul pada tahun 1999.

Saat ini, bahasa prokem atau bahasa gaul menjadi umum digunakan sebagai bentuk percakapan sehari-hari dalam pergaulan di lingkungan sosial dan di sosial media.
Bahasa prokem atau bahasa gaul selalu berkembang di setiap tahunnya. Pun banyak sekali kata-kata gaul yang bermunculan dan salah penggunanya.

Nah kali ini kami akan memberikan beberapa bahsa gaul beserta artinya agar kalian tidak salah menggunakannya.

1. Komuk: Singkatan dari “Kondisi Muka”.

2. Kuper: Singkatan dari “Kurang Pergaulan”.

3. Kuy: Kebalikan dari kata “Yuk” agar terkesan lebih akrab.

4. Bucin: Singkatan dari “Budak Cinta” dan digunakan mengolok-olok seseorang yang nurut dengan pacarnya.

5. Caper: Singkatan dari “Cari Perhatian”.

6. Gemay: Plesetan dari kata gemas.

7. Baper: Singkatan dari “Bawa Perasaan”.

8. Bapuk: Singkatan dari “Bujang Lapuk”.

9. Halu: Pengambilan kata dari halusinasi.

10. Ngab: Kebalikan dari kata “Bang”.

11. Nolep: Adopsi kata dari “No Life”.

12. Ghosting: Mengakhiri sebuah hubungan secara mendadak dan memutuskan komunikasi hingga kita tidak bisa berkomunikasi lagi dengannya dan tanpa memberikan penjelasan apapun.

13. Viral: Sebuah informasi yang menyebar dengan cepat dan mempengaruhi banyak orang bagaikan virus.

14. Poser: Perilaku hanya ikut-ikutan atau berpura-pura menyukai sesuatu tanpa memahami secara mendalam mengenai apa yang ia lakukan maupun atribut apa yang ia pakai untuk mendapat perhatian bahkan demi diterima di sebuah pergaulan tertentu.

15. Gabut: Singkatan dari “Gaji Buta” biasa digunakan untuk orang yang sedang bekerja dan tidak diberikan tugas apa-apa atau makan Gaji Buta.

16. Pansos: Singkatan dari “Panjat Sosial”, seseorang yang mengikut sertakan nama orang lain untuk mencari panggung dan membuat namanya semakin dikenal khalayak ramai.

17. JBJB: Singkatan dari “Join Bareng”, kata ini banyak dipakai oleh pengguna Twitter dan dipakai saat ada sebuah obrolan atau thread pada sebuah tweet orang lain dan kamu ingin ikut nimbrung atau membalasnya.

18. JFB: Singkatan dari “Janji Follow Back”, istilah yang diungkapkan ketika kamu sudah follow sebuah akun, tetapi nggak di followback.

19. Flop: Bahasa gaul ini memiliki makna Gagal Total, biasa ditulis saat merespon suatu kegagalan atau saat berinteraksi dengan pengguna sosial media lainnya.

20. Mutualan: Kata yang diambil dari simbiosi mutualisme yang memiliki makna hubungan interaksi antara dua organisme dimana keduanya saling menguntungkan.
Biasanya digunakan untuk mengajak pengguna sosial media lain saling follow dengan kalian.

21. SJW: Singkatan dari “Social Justice Warrior” atau Pejuang Keadilan Sosial. Istilah ini kerap digunakan untuk memberi julukan kepada pengguna sosial media yang membela suatu hal yang baginya dirasa tidak adil.

22. CMIIW: Singkatan dari “Correct Me If I’m Wrong” atau bermakna “Koreksi aku jika salah”. Kalimat ini biasa digunakan ketika sudah mengungkapkan sebuah fakta dan pendapat dalam sebuah diskusi namun masih merasa ragu dan dapat diperbaiki.

23. PAP: Singkatan dari “Post A Picture”, biasanya digunakan bila ingin meminta sebuah foto atau gambar.

24. WDYT: Singkatan dari “What Do You Think?” biasa digunakan untuk meminta pendapat para warga Twitter terhadap suatu hal atau topik.

25. Salty: Bahasa slang hasil dari perubahan kata garam (salty) menjadi geram.

Itulah sejarah bahasa gaul dan beberapa contoh bahasa gaul beserta artinya, semoga kalian tidak salah pakai bahasa gaul ya. Bye!