SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Rekomendasi Makanan Sehat Penambah Darah

Terdapat berbagai macam penyebab anemia, mulai dari kekurangan zat besi sampai masalah genetik (keturunan). Saat didagnosis anemia, proses pengantaran oksigen dan nutrisi ke semua sel dan jaringan tubuh menjadi terganggu. Muncullah berbagai keluhan, seperti mudah lelah, pusing, hingga kulit pucat. Secara umum, beberapa makanan penambah darah bisa membantu mengatasi anemia.

Beberapa makanan penambah darah, sudah kami rangkum seperti dibawah ini

Daun Singkong

Daun singkong adalah salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia. Siapa sangka sayuran sederhana ini punya banyak manfaat, seperti menambah darah pada tubuh manusia.

Daun singkong memiliki kandungan yang cukup lengkap seperti vitamin A, B1, B12, dan C serta kandungan mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi yang sangat dibutuhkan untuk menambah darah.

Namun dalam pengolahannya, hindari menumis dan menggoreng daun singkong karena dapat menurunkan kandungan zat besi di dalamnya. Pilih daun singkong yang masih muda karena lebih kaya kandungan zat tersebut di atas.

Jeroan

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Meski banyak orang yang tidak suka jeroan hewan karena amis, sebagian orang mengonsumsinya untuk alasan kesehatan lho. Jeroan hewan seperti ati ampela, babat, paru, dan usus sangat bermanfaat bagi penderita anemia.

Makanan tersebut kaya akan kandungan vitamin A, B6, B12, zat besi, dan fosfor yang sangat penting untuk meningkatkan pembentukan sel darah merah. Setiap 100 gram hati sapi mengandung 6,5 mg zat besi yang sama dengan 36% kebutuhan zat besi harian tubuh.

Namun bagi penderita asam urat, kolesterol, dan darah tinggi, jeroan adalah makanan yang harus dihindari.

Kacang Hijau

Kacang-kacangan adalah jenis makanan berikutnya yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh. Semua jenis kacang-kacangan mulai dari kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, hingga kacang almond baik untuk dikonsumsi. Kandungan zat besi dalam kacang adalah komponen utama pembentukan sel darah merah dalam tubuh.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Dari semua jenis kacang yang ada, kacang hijau memiliki kandungan zat besi yang paling tinggi. Itulah mengapa penderita anemia sangat disarankan untuk mengonsumsi air rebusan kacang hijau secara teratur.

Buah Delima

Konsumsi makanan yang kaya zat besi adalah solusi terbaik bagi setiap penderita anemia untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Buah delima yang manis ini ternyata juga kaya akan zat besi. Dalam setiap 100 gram buah delima terdapat 0,3 mg zat besi yang bisa meredakan anemia.

Kandungan lain dalam buah delima yang baik untuk kesehatan antara lain vitamin B kompleks, C, E, K, dan folat. Selain itu buah delima juga memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau. Ibu hamil sangat disarankan untuk mengonsumsi buah delima secara teratur untuk meningkatkan sel darah merahnya.

Madu

Madu sudah dikenal khasiatnya sebagai obat untuk berbagai macam penyakit, tidak terkecuali anemia. Kandungan zat besi di dalam madu sangat tinggi, sehingga dapat memicu peningkatkan sel darah merah dalam tubuh. Konsumsilah madu bersama dengan minuman favorit seperti jus lemon untuk mengatasi gejala anemia yang muncul.

Madu aman dikonsumsi oleh siapa saja, termasuk ibu hamil dan menyusui. Konsumsi madu secara teratur bisa meningkatkan kesehatan tubuh.

Kismis

Kismis terbuat dari buah anggur yang dikeringkan. Kismis bisa menjadi makanan untuk meredakan anemia karena kandungan zat besinya tinggi. Dalam 100 gram kismis terdapat 3 mg zat besi.

Makanan ini juga tidak perlu dikonsumsi sendirian. Kismis lezat dijadikan sebagai topping untuk yoghurt, es krim, dan kue. Jika gejala anemia mulai kambuh, segera konsumsi kismis untuk menambah jumlah darah dalam tubuh.

Ikan Salmon

Kalau bicara tentang ikan salmon, hal pertama yang terlintas pastilah makanan ini merupakan suplemen otak yang baik. Ikan salmon memang menjadi sumber asam lemak omega 3 yang terbaik untuk menutrisi otak. Namun kandungan dan manfaat ikan salmon tidak hanya itu.

Ikan salmon juga kaya kandungan vitamin B1, D, dan selenium yang bisa memicu peningkatan produksi darah dalam tubuh. Selain itu kandungan kolesterol di dalam ikan salmon sangat rendah, jadi aman dikonsumsi siapa saja. Pilih ikan salmon yang sehat dan bebas dari pencemaran laut, ya.

Kurma

Kurma adalah buah yang sangat populer, terutama di kalangan umat Islam. Di Indonesia sendiri kurma identik sebagai oleh-oleh saat pulang dari umroh atau ibadah haji. Rasa kurma yang manis namun tidak enek membuat buah ini disukai banyak orang.

Konsumsi kurma bagi penderita anemia sangat disarankan karena kandungan zat besinya sangat tinggi. Setidaknya konsumsi kurma sebanyak 3-5 butir sehari secara rutin. Kandungan mineral lain seperti fosfor dan kalsium juga sangat penting untuk produksi sel darah merah dalam tubuh.

Yoghurt

Yoghurt adalah produk fermentasi susu sapi dengan rasa asam yang khas. Teksturnya sangat kental dan lezat lho. Yoghurt banyak dijual di pasaran sebagai minuman dengan berbagai tambahan rasa seperti stroberi, cokelat, vanilla, blueberry, dan masih banyak lagi.

Mengonsumsi yoghurt dapat membantu penderita anemia meningkatkan jumlah darahnya. Yoghurt memiliki banyak kandungan kalsium, protein, dan vitamin B12 yang bisa membentuk pembentukan sel darah merah. Bakteri baik yang ada pada yogurt juga dapat menyehatkan pencernaan karena bisa membersihkan usus besar.

Kerang

Mengonsumsi kerang sangat dianjurkan bagi penderita anemia. Selain bisa meredakan anemia, kerang juga bisa menjaga kesehatan jantung. Konsumsi 100 gram kerang dapat memenuhi kebutuhan zat besi tubuh seharian.

Tetapi hati-hati ya, sama seperti kebanyakan seafood, kerang juga mudah menyebabkan alergi. Bagi pencinta kerang, pilih kerang budidaya yang lebih aman karena tidak tercemar dengan zat-zat berbahaya di lautan.