SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Indonesia Penghasil Konten Penyiksaan Hewan No. 1 di Dunia !

Miris banget kalau mendengar Indonesia adalah negara nomor satu dalam hal negatif dan salah satunya adalah negara penghasil Konten Penyiksaan Hewan nomor 1 di dunia. Beberapa waktu lalu sempat beredar, video penyiksaan monyet hingga memutilasi kucing hamil di jagat maya, dan itu adalah dua dari ribuan konten penyiksaan hewan yang sudah tersebar di media sosial.

Doni Herdaru Tona selaku Ketua Animal Defenders Indonesia, mengaku nggak heran dengan banyaknya konten penyiksaan terhadap hewan yang sudah tersebar di media sosial.

Negara dengan konten penyiksaan hewan terbanyak didunia

Lebih mencengankan lagi, riset yang sudah dilakukan oleh Asia for Animal Coalition pada Juli 2020 hingga Agustus 2021, menghasilkan bahwa Indonesia adalah negara dengan penghasil konten penyiksaan hewan terbanyak di dunia, dengan total 1.626 dari 5. 480 konten.

Melihat dari data tersebut, tentu kita berharap agar penegak hukum lebih proaktif untuk mencegah terjadinya kekerasan yang dilakukan manusia terhadap hewan, dan laporan-laporan yang dibuat oleh masyarakat juga harus ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian.

Petugas Tes Kejiwaan Harus Kompeten

ADVERTISEMENT

Salahsatu kasus penyiksaan hewan yang sudah menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu adalah seoran pemuda asal Bengkulu yang memutilasi kucing hamil, memasaknya dan memakan.

Tentunya saat proses interogasi pelaku, petugas yang berwenang dalam proses tersebut harus benar-benar kompeten dalam hal tes kejiwaan, jangan sampai ada celah buat para pelaku dengan berpura-pura sebagai penderita gangguan jiwa.

Doni juga berpesan, publik juga perlu tahu siapa petugas yang akan memeriksa mulai dari kompetensinya hingga independensinya.

Apa alasan seseorang melakukan penyiksaan terhadap hewan ?

Ada banyak hal yang mempengaruhi dan memotivasi pelaku untuk menyiksa hewan, seperti mendapatkan kepuasan, hiburan, rasa tidak suka terhadap hewan yang disiksa, hingga hanya untuk mendapatkan sensasi.

ADVERTISEMENT

Dan semua hal tersebut tentu dilandasi dengan minimnya rasa prikemanusiaan terhadap hewan.

Tentunya perilaku penyiksaan terhadap hewan nggak bisa dianggap remeh, dan nggak menutup kemungkinan mereka akan melakukan kekerasan terhadap manusia pula.

Dikutip dari laman PETA, Dr Albert Schweitzer mengatakan “Semua orang yang kebiasaan memandang mahluk lain nggak berharga, bisa aja mereka juga berfikiran nyawa manusia pun nggak berharga bagi dirinya”

Sementara itu, Federal Bureau of Investigation (FBI) juga menjelaskan bahwa pelaku pembunuhan dan pemerkosaan berantai biasanya juga punya reputasi kelam seperti kekerasan terhadap hewan.

ADVERTISEMENT
Rekomendasi jasa backlink Terjamin murah dan terpercaya terbaik di Indonesia