SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tips Meraup Cuan Dari Devidend Saham

Hai Sobat Barrier Magazine !!! gimana nih kabarnya hari ini, semoga sehat dan baik-baik saja ya. Semoga hati dan fikiran masih tetap sejalan ya, hehe..

Okeyy kali ini kita akan membahas tentang tips menjadi Deviden Hunter.

Apa itu Devidend ?

Dalam mencari maksud dari dividen, akan ada beberapa penjelasan yang bisa didapatkan. Namun, pada dasarnya, yang dimaksud dengan dividen adalah bagian atas keuntungan perusahaan atau badan usaha yang diberikan kepada seluruh pemilik saham. Jumlah dividen yang diberikan berdasarkan jumlah keuntungan perusahaan serta nilai saham yang dimiliki oleh para investor.

Biasanya, besaran laba atau keuntungan perusahaan yang akan dijadikan sebagai dividen ditentukan terlebih dahulu pada RUPS atau Rapat Umum Pemilik Saham. Proses pembayarannya pun dilakukan sesuai acuan yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. Acuan tersebut meliputi jumlah pembayaran yang ditentukan bersama melalui RUPS oleh seluruh pemegang saham. Dengan begitu, tidak ada keputusan sepihak dari perusahaan atau investor dalam menentukan jumlah dividen yang akan diberikan nantinya.

Yang kedua adalah keputusan apakah dividen tersebut memiliki sifat stabil atau tidak. Artinya, saat dividen bersifat stabil, maka jumlahnya dapat diperkirakan. Namun, saat sifat dividen tidak stabil, bisa diketahui bahwa jumlahnya dapat berubah-ubah atau bahkan tidak diberikan kepada investor karena alasan tertentu.

Hal inilah yang memengaruhi minat investor dalam menanamkan saham di sebuah perusahaan. Oleh karena itu, pengambilan keputusan perihal pembayaran dividen harus dipertimbangkan dengan matang agar perusahaan dapat berkembang, dan mampu menarik minat para investor.

Apa itu Dividend Hunter?

Dividend hunter adalah istilah yang identik untuk investor yang suka mencari saham karena tertarik atas dividen yang dihasilkan oleh emiten tersebut.

Perusahaan yang tidak rutin membagikan dividend belum tentu menjadikan perusahaan itu sebagai perusahaan dengan kualitas yang baik. Tetapi perusahaan yang memiliki kualitas yang baik umumnya selalu berusaha membagikan dividend walaupun kondisi ekonomi sedang sulit.

Dividend hunter pada umumnya adalah seorang aliran growth investor. Landasan utama mereka dalam mencari perusahaan adalah konsistensi perusahaan tersebut dalam menghasilkan peningkatan sales dan laba yang konsisten. Ini menjadi hal yang berbeda dengan value investor yang mencari perusahaan yang salah harga.

Nahh berikut ini kami sudah merangkum beberapa tips untuk menjadi Dividend Hunter, Yuk Simak !!!

1. Jangan Cuma Cari Saham yang Kasih Dividend Yield Paling Tinggi

Bayangkan kondisi di mana ada suatu emiten sebut saja ABCD yang ditransaksikan di pasar dengan harga 1.000/unit. Emiten ini akan menebar dividen sebesar Rp 100/unit saham. Kemudian ada perusahaan lain sebut saja WXYZ yang harganya juga sama tetapi memberikan dividen sebesar Rp 25/unit saham.

Sekilas terlihat menggiurkan sekali untuk memilih membeli saham ABCD karena imbal hasil dividennya lebih besar dibanding WXYZ (10% vs 2,5%). Namun jika Anda seorang investor maka harus lebih berhati-hati lagi dalam melihat fenomena imbal hasil dividen yang tinggi ini.

Anda disarankan untuk melihat tren pergerakan harganya. Apabila tren harganya menurun akibat sentimen negatif yang sifatnya temporer boleh saja Anda memutuskan untuk membeli perusahaan seperti ABCD.

Namun apabila penurunan harga diakibatkan oleh adanya perubahan fundamental perusahaan ke arah yang lebih buruk, jelas ini adalah rambu-rambu untuk Anda. Pasalnya jika jangka waktu investasi Anda panjang maka tren penurunan harga yang berlanjut hanya akan menggerus seluruh capital gain Anda.

2. Lihat Cash Dividend Pay Out (DPR) Ratio Juga ya!

Kembali ke kasus perusahaan ABCD lagi, apabila sepanjang 12 bulan terakhir perusahaan ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 100 miliar. ABCD memiliki total saham beredar sebanyak 500 juta lembar maka akan diperoleh laba per saham atau earning per share (EPS) sebesar Rp 200.

Apabila per lembar sahamnya investor ABCD mendapatkan dividen sebesar Rp 100 maka rasio pembayaran dividen (DPR) ABCD mencapai 50%. Bahkan kadangkala rasio DPR bisa melampaui 100%.

Namun Anda juga harus berhati-hati dalam menginterpretasi rasio ini. Tidak bisa ditelan mentah-mentah karena bisa menyesatkan. DPR sangat dipengaruhi oleh banyak faktor karena adanya distorsi EPS yang dipicu oleh beberapa hal seperti aksi korporasi yang meliputi buyback, akuisisi, divestasi dan masih banyak lagi.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang keberlanjutan dividen, investor harus memeriksa rasio pembayaran dividen tunai yang tercermin dari persentase arus kas bebas atau free cash flow (FCF) perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen selama tahun-tahun sebelumnya.

3. Lihat Juga Ada Kenaikan Dividen atau Tidak

Apabila dividen yang dibagikan oleh perusahaan ABCD terus mengalami peningkatan, maka bisa dibilang bahwa emiten tersebut memang layak untuk investasi. Pasalnya kenaikan dividen juga menandakan bahwa perusahaan mampu mencetak dan meningkatkan laba secara konsisten.

Perusahaan yang seperti ini layak untuk dikoleksi dalam jangka waktu yang panjang karena terus bertumbuh. Saat ada koreksi harga dan hanya karena sentimen sesaat tanpa mempengaruhi kinerja perusahaan maka saham perusahaan semacam ini layak untuk di-average down.

4. Kalau Sudah Cuan dari Dividen, Jangan Lupa Diinvestasikan Lagi Ya, pakai juga Prinsip Compounding!

Ketika Anda mendapatkan dividen dari suatu perusahaan, upayakan untuk menginvestasikannya lagi. Bisa ke saham yang sama jika memang Anda melihat prospek perusahaan masih menjanjikan sesuai dengan horison waktu investasi Anda.

Namun apabila Anda melihat ada peluang lain, hasil dividen tersebut juga bisa dibelikan saham emiten lain yang lebih menjanjikan secara fundamental oke, valuasi murah dan prospek pertumbuhan good.

Cuan hasil dari capital gain maupun dividen memang sebaiknya diinvestasikan lagi bukan ditarik untuk belanja kebutuhan yang tidak mendesak (kecuali ada urgensi), agar bisa memperoleh hasil yang berlipat ganda mengikuti prinsip compounding (bunga berbunga).

Sebagai informasi saja, investor kawakan sekelas Warren Buffett adalah tipe yang getol menginvestasikan uangnya lagi lho dari cuan capital gain maupun dividen. Prinsip compounding inilah yang pada akhirnya berhasil membuatnya masuk ke jajaran orang terkaya di dunia.

Apabila Anda adalah dividen hunter dan bingung memilih saham-saham apa saja yang memberikan dividen menarik, maka Anda bisa melihat konstituen indeks IDX High Dividend 20.

Seperti namanya, indeks tersebut berisikan 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividend yield yang tinggi. Konstituen indeks akan secara berkala di-review oleh suatu komite sama seperti halnya indeks saham yang lain.

Apabila Anda ingin memperlebar dividen Anda, maka indeks LQ45 juga bisa dijadikan patokan atau watchlist mengingat semua saham yang masuk ke dalam indeks IDX High Dividend 20 menjadi konstituen indeks LQ45.

Melihat lebih jauh konstituen indeks LQ45, rata-rata dividend yield-nya sebesar 2,36%. Ada 18 saham penghuni LQ45 yang memberikan dividend yield di atas rata-rata. Namun hanya lima emiten yang memberikan dividend yield lebih dari 5%.

Tiga di antaranya adalah emiten batu bara yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). PTBA memimpin dalam hal dividend yield dibanding dua emiten batu bara lainnya dan keempat saham lain dengan imbal hasil mencapai 11,6%. 

Sementara itu dua saham dengan dividend yield lebih dari 5% satunya berasal dari sektor konsumen yakni perusahaan produsen rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan satu lagi merupakan emiten perbankan pelat merah yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Itu dia beberapa tips / rekomendasi yang sudah kami rangkum. Jika tips atau rekomendasi diatas sangat membantu, ada baiknya bila membagikannya juga artikel ini ke teman-teman kamu yaa.

Selamat mencoba & semoga berhasil !

Sampai Jumpa di artikel Tips & Trick dan rekomendasi kami selanjutnya..

Salam Hangat…