SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Tips Investasi Saham Agar Tidak Rugi

Mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang tidak cukup hanya dengan menabung uang di bank saja. Menabung uang di bank hanya akan membuat nilai uang tergerus karena kalah dengan laju inflasi. Investasi merupakan jalan terbaik untuk menyiapkan masa depan. Investasi sendiri berarti menanam sejumlah dana yang dimiliki ke dalam suatu aset dengan harapan uang yang ditanamkan tersebut akan tumbuh dan memberikan pendapatan tambahan di masa yang akan datang.

Terdapat banyak instrumen investasi, salah satunya adalah investasi saham di mana investor membeli saham perusahan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Investasi saham dapat dilakukan dengan dana minimal Rp100.000 dan memiliki tingkat pengembalian (return) relatif lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya. Tingkat pengembalian tersebut dapat terlihat dalam pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga merefleksikan pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Berinvestasi saham dapat memberikan keuntungan dalam bentuk kenaikan harga (capital gain) dan juga pembagian dividen oleh perusahaan setiap tahun. Namun perlu diperhatikan lagi, tidak semua perusahaan memberikan dividen serta imbal hasil yang optimal dalam jangka panjang. Proses seleksi perlu dilakukan dalam membeli saham perusahaan yang bagus dan potensial. Untuk tujuan investasi jangka panjang, proses seleksi dapat dilakukan melalui pendekatan fundamental dengan beberapa metode, salahsatunya dengan metode kualitatif.

Metode kualitatif

Metode ini melihat kualitas perusahaan yang ingin dimiliki. Seorang Investor harus melihat kualitas manajemen perseroan, mengerti proses bisnisnya, mengetahui produk yang dihasilkan, serta melihat strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika bisnis yang terjadi. Langkah awal yang dapat dilakukan yakni membeli perusahaan yang sudah terkenal dan produknya banyak ditemukan seperti Indomie (Indofood/ICBP), Pepsodent (Unilever/UNVR), Bank Central Asia (BBCA), Telkomsel, atau Indihome (Telkom/TLKM). Perusahaan terkenal pastinya memiliki produk dan jasa yang banyak digunakan oleh masyarakat. Hal ini akan membuat perusahaan akan terus ada dan bertumbuh di masa yang akan datang.

Perusahaan terkenal tidak selamanya bagus. Investor harus melihat jauh ke dalam kinerja keuangan perseroan. Metode kuantitatif akan membantu kita dalam melihat kinerja keuangan perseroan. Analisis kuantitatif akan merefleksikan kemampuan perusahaan menghasilkan laba, tingkat utang perusahaan, dan kemampuan perusahaan membayar utang. Kinerja keuangan perseroan dapat dilihat melalui laporan keuangan yang dihasilkan dan dapat ditemukan di situs perusahaan dan situs resmi Bursa Efek Indonesia. Langkah sederhana analisis kuantitatif dapat dilakukan dengan menganalisis perkembangan pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun, apakah mengalami penurunan atau kenaikan. Sejalan dengan melihat perkembangan pendapatan, perkembangan laba bersih perusahaan juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh investor. Perusahaan yang memiliki pendapatan dan laba bersih yang konsisten bertumbuh merupakan perusahaan yang bagus untuk diinvestasikan. Perusahaan berkualitas dengan kinerja keuangan yang baik tentunya akan memiliki nilai yang terus tumbuh di mata investor sehingga meningkatkan harga saham perusahaan.

Untuk kamu yang sedang belajar investasi saham, pasti kamu sering menemukan sebuah kondisi bernama market bearis. Yang dimaksudkan bukan pasar yang menjual beruang-beruang imut. Bahkan, maknanya jauh dari kata imut dan menggemaskan, sebab bear market adalah kondisi di mana imbal hasil saham investasi terjun bebas lebih dari 20%.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Patut dipahami bahwa bear market dapat menjadi kondisi yang sangat sulit bagi investor. Sebagian besar strategi investasi saham yang dilakukan investor bahkan hanya dapat membatasi jumlah paparan downside, bukan menghilangkannya secara total. Maka dari itu, investor harus mampu menangani kesulitan tersebut dengan melaksanakan strategi investasi saham yang tepat.

Strategi investasi saham itu bisa meliputi pencairan semua posisi investasi, membeli saham defensif alias saham perusahaan besar yang stabil, dan melakukan tawar menawar dan mengambil keuntungan dari harga yang tertekan untuk mengambil saham yang kuat.

Memahami strategi investasi saham diperlukan untuk kamu yang baru belajar investasi saham agar terhindar dari jebakan kerugian di saat bear market.

Menurut pakar investasi Chad Langager, salah satu strategi investasi saham teraman—dan paling ekstrem—untuk menghindari kerugian saat market bearis adalah dengan menjual semua investasi kamu.

Kamu kemudian dapat menyimpan uang hasil penjualan itu dalam bentuk tunai atau menginvestasikannya ke instrumen keuangan yang jauh lebih stabil seperti obligasi pemerintah jangka pendek.

Lebih lanjut, Langager menjelaskan bahwa kamu bisa menerapkan strategi defensif jika ingin mempertahankan posisi di pasar saham. Jenis strategi ini melibatkan investasi di perusahaan-perusahaan besar (blue chips) dengan neraca yang kuat dan sejarah operasional yang panjang. Ini mengingat jenis perusahaan tersebut cenderung stabil dari kejatuhan karena market bearis.

Selain dua strategi investasi saham tersebut, ada satu strategi lagi yaitu berbelanja untuk investasi. Meski market bearis terkesan menyedihkan, namun kondisi itu sejatinya adalah peluang untuk membeli banyak saham dengan harga yang jauh lebih murah.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Kamu bisa juga memilih market bearis sebagai kesempatan emas untuk mendiversifikasi portfolio investasi kamu. Di hari kelak, saat pasar sudah kembali normal, kamu kemudian dapat menjual saham yang sudah kamu beli dengan harga murah itu dengan harga normal yang lebih tinggi.

Belajar investasi saham akan memungkinkan dana yang kamu tanam bertumbuh jauh melampau inflasi. Memang, ada resiko kerugian yang muncul di tengah jalan. Tapi, dengan strategi investasi saham yang pas, kamu akan bisa menghindari risiko itu.

Bagaimana cara menghindari resiko kerugian karena market bearis? Yuk, simak empat panduan ini

1. Strategi Investasi Saham – Menabung saham

Pada dasarnya menabung saham adalah menginvestasikan secara rutin sejumlah uang di saham-saham tertentu dalam jangka waktu panjang. Ini dilakukan dengan harapan saham-saham yang rutin dibeli itu suatu hari akan meningkat harganya sehingga memberikan keuntungan ketika dijual.

Pokok strategi ini adalah konsistensi. Tanpa memperhatikan pergerakan pasar, kamu harus membeli saham sedikit demi sedikit. Tujuannya adalah memiliki saham itu sebanyak mungkin.

2. Value Investing

Strategi kedua yang dapat kamu lakukan jika sedang belajar investasi saham adalah strategi value investing, sebuah trik saham yang diperkenalkan investor kawakan Ben Graham pada 1934 silam.

Dalam strategi ini, fokusnya adalah pada pembelian saham value stock, yakni saham-saham yang diperdagangkan pada harga lebih rendah dibandingkan dengan fundamentalnya yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.

Menurut praktisi dan pakar investasi Teguh Hidayat, ada tiga tahap strategi investasi saham yang harus kamu lalui. Pertamakamu harus menemukan saham yang harganya lebih murah dari harga seharusnya. Kedua, saham yang dipilih adalah yang mewakili perusahaan yang berkinerja keuangan bagus. Dan ketigakamu harus memastikan saham itu berasal dari perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik.

3. Trading Saham

Secara harfiah, trading saham berarti berdagang saham. Di sini kamu melakukan transaksi jual beli saham dalam jangka pendek. Tujuannya, agar kamu memperoleh keuntungan dari selisih pergerakan saham jangka pendek.

Jika kamu baru belajar investasi saham, alih-alih memperhatikan kondisi fundamental saham yang hendak dibeli, kamu harus fokus memperhatikan sentimen dan kondisi pasar.

Analisis yang dipakai membeli saham mengacu pada analisis teknis. Kalau kamu berminat menerapkan strategi investasi saham dengan trading saham, maka kamu juga harus punya kemampuan analisis teknis saham yang mumpuni. Selain itu, kamu juga harus punya waktu yang memadai untuk memantau pergerakan harga saham dan pasar.

4. Growth Investing

Berbeda dengan value investing yang menekankan pentingnya penilaian terhadap harga wajar saham (valuasi), strategi investasi saham growth investing fokus pada pencarian saham yang memiliki potensi keuntungan dan pertumbuhan pendapatan tinggi di masa depan.

Growth investing tidak memedulikan valuasi saham. Yang penting, saham itu diyakini punya potensi tumbuh besar.

Jika kamu menerapkan strategi ini, kamu tidak keberatan membeli saham yang harganya sudah tinggi. Selama kamu percaya sinyal kenaikan harga saham masih kuat di hari esok.

Itu dia beberpa tips dan strategi berinvestasi saham, penting di ingat bahwa Investasi Saham mempunyai tingkat resiko yang sangat tinggi, sangat dianjurkan untuk mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum mulai berinvestasi ya. Apabila tips diatas bermanfaat untuk kamu, boleh dong di share ke teman-teman kamu.

Semoga berhasil…

Sampai Jumpa di artikel Tips & Trick kami selanjutnya..

Salam Hangat…