SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Rekomendasi Platform Trading Cryptocurrency

Crypto trading adalah salah satu cara bagi seorang investor untuk mendapatkan profit dari cryptocurrency.

Seperti berbagai kesempatan lainnya yang tersedia secara online, jenis trading ini muncul setelah hadirnya blockchain dan pasar bagi mata uang digital. Sesuai namanya, para trader akan memperjual-belikan aset cryptocurrency yang mereka miliki.

Sejatinya, jenis trading online ini hampir sama dengan trading saham atau komoditas. Namun, perbedaan terbesar antara crypto trading dengan jenis trading lainnya adalah bahwa crypto trading memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Strategi utama trading ini adalah untuk membeli aset saat harga sedang rendah dan menjualnya saat harga sedang tinggi.

Nah lalu dimana tempat kita bisa memulai trading cryptocurrency.

Jangan khawatir, berikut ini kami sudah merangkum beberapa platform yang bisa anda gunakan untuk memulai trading. Yukk simak.

1. Pintu

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Pintu adalah bursa cryptocurrency yang sudah terdaftar di Bappebti pada bulan Februari 2020. Pintu menyediakan enam koin yang bisa Anda perdagangankan, yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Tether (USDT), IDRT, dan IDRTB. Anda bebas melakukan transaksi di Pintu setiap hari karna deposit dan withdraw di Pintu instan 24/7.Hanya dengan 50,000 Anda bisa mulai trading di Pintu, aplikasi Pintu bisa di download di PlayStore atau AppStore.

2. Indodax

Indodax merupakan salah satu situs trading Bitcoin terbesar yang paling pertama berdiri di Indonesia.Kemudian, Bitcoin.co.id diaktifkan kembali secara terpisah sebagai tempat jual/beli aset crypto.

3. Rekeningku

Rekeningku juga merupakan situs trading Bitcoin Indonesia yang bermain di pasar kripto secara aktif. bBerangkat dari sebuah pabrik mining Bitcoin, Rekeningku.com meluncurkan situs tradingnya sejak tahun 2017 lalu. Selain melalui desktop, kamu juga dapat menggunakan Rekeningku melalui aplikasi mobile dan mengunduhnya melalui PlayStore. Rekeningku memiliki tokennya sendiri bernama ANA Coin dan biaya trading akan menjadi lebih murah dengan menggunakan ANA Coin.

4. Tokocrypto

Berbeda dari yang lainnya, TokoCrypto adalah salah satu situs trading Bitcoin Indonesia yang tidak menyediakan order book.Dengan OTC, terkadang harga BTC dapat menjadi lebih tinggi dan memberikan profit lebih bagi trader. Sama seperti Indodax dan Rekeningku, Tokocrypto juga dapat digunakan melalui aplikasi mobilenya.

5. ZipMex

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

ZiMex merupakan bursa yang menyediakan fasilits jual beli Bitcoin atau aset crypto lainnya di Indonesia. Bursa ini pun sudah terdaftar di Bappebti sehingga berstatus legal untuk menjalankan operasionalnya di dalam negeri. ZipMex cukup mudah digunakan bagi kamu yang masih pemula.

6. UpBit Indonesia

UpBit merupakan situs trading asal Korea Selatan yang masuk ke pasar Indonesia.UpBit juga memiliki aplikasi mobile yang cukup responsif bagi pengguna yang lebih menyukai trading dengan handphone.

7. Luno

LUNO adalah platform exchange yang berasal dari Inggris dan sudah ada di pasar kripto Indonesia sejak tahun 2014. LUNO menyediakan fitur yang sangat user-friendly bagi pengguna yang masih amatir. Platform LUNO sangat mudah untuk digunakan dan digital asset yang tersedia ada BTC dan ETH.

8. Triv

Triv merupakan sebuah portal mata uang digital yang mencakup tidak hanya aset kripto tetapi juga Paypal. Kamu dapat membeli bermacan-macam mata uang digital melalui platform Triv. Triv meluncurkan Tpro sebagai platform khusus untuk memperjualbelikan aset kripto seperti Bitcoin dan aset kripto lainnya.

9. Bitocto

Bitocto adalah situs trading Bitcoin Indonesia yang mulai beroperasi sejak tahun 2018. Bitocto memberikan layanan jual beli digital asset dengan mudah dan aman. Kamu dapat mengunjungi website Bitocto, mendaftar, dan mulai trading di platform Bitocto.

10. Binance

CEO Binance, CZ, mendirikan Binance pada tahun 2017 dan berkembang begitu pesat sampai saat ini. Binance menjadi tempat trading Bitcoin terbaik karena volumenya yang besar dan likuidaitas yang menjanjikan.

11. OKEX

OKEx adalah exchange asal negara China yang sudah mulai ikut meramaikan pasar Indonesia. OKEx adalah salah satu Top 10 exchange terbesar di dunia. Baru-baru ini OKEx meluncurkan proyek Inital Exchange Offering (IEO) pertamanya dan menghebohkan komunitas dengan profit 10x lipat.

12. Tokenomy

Berbeda dari exchange lokal lainnya yang menyediakan deposit dengan Rupiah, Tokenomy hanya menyediakan crypto-to-crypto-trading.

13. Huobi

Huobi adalah exchange lain yang berasal dari China dan salah satu exchange terbesar di dunia. Huobi menawarkan pengalaman trading yang aman bagi para penggunanya secara global. Huobi sudah mulai beroperasi di Indonesia dan kamu dapat melihat websitenya dalam Bahasa Indonesia.

14. Bityard

Bityard adalah platform exchange cryptocurrency terkemuka di dunia yang berkantor pusat di Singapura. Bursa ini melayani penggemar crypto di 150 negara dengan perdagangan aset yang aman, mudah dan cepat.  Lebih lagi, Bityard juga memiliki fasilitas margin trading dengan leverage hingga 100x. Hal ini mempermudah pengguna yang memiliki modal kecil untuk dapat ikut trading pada platform ini.

15. Remitano

Remitano adalah bursa cryptocurrency dengan sistem peer to peer di mana para pembeli dan penjual cryptocurrency bisa saling bertemu dan membeli atau menawarkan harga crypto yang sesuai dengan keinginan mereka. Di Remitano kamu bisa melakukan jual beli menggunakan mata uang fiat dan crypto. Bagusnya lagi di Remitano sudah tersedia Rupiah sehingga akan memudahkan pengguna Indonesia dalam melakukan transaksi tanpa repot mengurus konversinya.

Bagaimana Cara Kerja Crypto Trading?

1. Tentukan cryptocurrency

Jika ingin menjadi crypto trader, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah untuk menentukan cryptocurrency yang akan kamu miliki. Sebelum memilih cryptocurrency, sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu tren di dalam pasar untuk keperluan spekulasi harga.

Nah, agar perkiraan harga tidak salah, baiknya kamu manfaatkan bantuan seorang broker. Biasanya, ia akan mendorongmu untuk memprioritaskan jenis mata uang digital yang nilainya sedang mengalami penurunan. Dengan itu, harga belinya akan lebih murah.

Akan tetapi, sebelum memiliki cryptocurrency, kamu juga perlu terdaftar dalam sebuah forum exchange. Day Trading menyarankan para pemula untuk menggunakan Bitmex. Aplikasi ini praktis dan cukup ramah bagi pemain baru di dunia crypto trading

2. Masukkan dana pada akun

Selanjutnya, untuk menjadi seorang crypto trader, kamu wajib memasukkan dana pada akun forum exchange. Dana ini nantinya akan digunakan untuk keperluan jual-beli cryptocurrency di dalam pasar. Biasanya, kamu perlu memverifikasi identitas sebelum memasukkan data akun bank yang akan digunakan. Namun, kamu tak perlu khawatir, semua keperluan verifikasi sifatnya penting untuk keamanan akunmu.

3. Membeli cryptocurrency

Langkah terakhir adalah untuk membeli cryptocurrency yang tersedia di dalam pasar. Seperti yang sudah Glints jelaskan, strategi terbaik crypto trading adalah untuk membeli aset saat harga turun dan menjualnya saat harga naik.

Perlu diingat, bahwa kamu dapat melakukan pembelian atau penjualan cryptocurrency di akun demo seorang broker. Akan tetapi, hal tersebut tak dapat dilakukan melalui akun exchange.

Sebenarnya, crypto trading lebih berpaku pada spekulasi harga dan bukan dengan memiliki koinnya.  Dengan alasan tersebut, broker yang menawarkan forex dan CFD merupakan cara berlatih yang efektif bagi seorang pemula.

Nah, kira-kira seperti apa bentuk kesalahaan saat crypto trading yang perlu kamu hindari. Berikut adalah pemaparannya :

1. Menyerah saat merasakan kerugian

Melansir laman Coin Telegraph, salah satu kesalahan umum yang biasa dilakukan saat crypto trading adalah menyerah saat merasakan kerugian. Hal ini sering terjadi di antara para pemula. Bila mengalami kerugian, biasanya kondisi emosi mereka akan sangat terpengaruh.

2. Gagal menjaga keseimbangan

Berikutnya kesalahan yang kerap dilakukan crypto trader adalah gagal menjaga keseimbangan portofolio. Nah, bila hal ini terjadi, mereka harus segera melakukan rebalancing portofolio, yakni mengembalikan aset agar sesuai dengan target alokasi aset yang sebelumnya sudah direncanakan. Kendati demikian, hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan, terutama bagi para pemula.

3. Mengambil terlalu banyak risiko

Menurut Coin Sutra, kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan saat crypto trading adalah mengambil terlalu banyak risiko. Dalam lingkungan crypto trading, para trader umumnya memiliki pemikiran untuk meraih profit sebanyak-banyaknya. Alhasil, mereka terkadang akan mengambil banyak risiko agar bisa meraih untung yang besar. Hal tersebut cukup fatal, dan bisa menghasilkan kerugian yang cukup berarti.

4. Terlalu sering mengikuti arus

Kesalahan terakhir yang cukup sering dilakukan para crypto trader adalah mengikuti tren di dalam pasar. Biasanya, para trader berpengalaman akan menjauh dari aset yang memiliki terlalu banyak peminat. Hal ini merupakan strategi yang cerdas. Mengapa demikian? Karena, berfokus terlalu lama pada satu aset dapat menjauhkanmu dari peluang-peluang yang lain.

Itu dia rekomendasi platform trading cryptocurrency dab beberpa tips memulai tradingnya. jika tips diatas sangat membantu ada baiknya bila share juga tips ini ke teman-teman kamu yaa..

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Sampai Jumpa di artikel Tips & Trick kami selanjutnya..

Salam Hangat…