SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menjaga Sistem Imun Tubuh, Disaat Pandemi.

Sistem imun merupakan sistem pertahanan atau kekebalan tubuh. Sistem imun berperan dalam mengenal, menghancurkan benda-benda asing atau sel abnormal yang merugikan tubuh. Sistem imun tidak memiliki tempat khusus dalam tubuh manusia dan tidak dikontrol oleh organ pusat, seperti otak. Sel-sel tertentu berperan sebagai pasukan pertahanan untuk memerangi benda asing yang masuk tubuh yang berpotensi menimbulkan gangguan pada tubuh.

Sistem imun adalah kelompok pertahanan yang ditemukan pada manusia untuk membantu mengusir organisme penyebab penyakit yang ada di dalam tubuh.

[dilansir oleh Encyclopaedia Britannica]

Pada pertahanan tubuh dibagi menjadi dua tipe, yakni:

ADVERTISEMENT

Pertahanan Tubuh Bawaan (Non Spesifik)

Pertahanan tubuh bawaan merupakan garis utama tubuh yang pertama melawan semua agen asing yang masuk ke dalam tubuh. Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan, seperti kulit, air mata, mukus (cairan lengket dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa), dan air ludah. Mereka berfungsi untuk mencegah laku peradangan setelah terjadi luka atau infeksi. Mekanisme kekebalan bawaan adalah menghalangi masuknya dan penyebaran penyakit. Tapi tidak spesifik mengusir atau mencegah secara keseluruhan.

Pada pertahanan tubuh bawaan memiliki dua garis pertahanan, yakni:

Garis pertahanan bagian eskternal
Dikutip situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ada beberapa macam pada pertahanan bagian eksternal:

ADVERTISEMENT

1. Kulit

Kulit ditutupi sel-sel epitel yang sangat rapat. Kulit yang normal tidak dapat ditembus oleh bakteri dan virus. Mikroorganisme hanya dapat masuk melalui kulit yang terluka. Itu menyulitkan bakteri dan virus untuk dapat tetap hidup di permukaan kulit. Apalagi lapisan sel-sel yang mati membuat permukaan kulit selalu berganti maka bakteri yang ada di permukaan kulit selalu terbuang dengan sel yang mati.

2. Membran Mukosa

Membran mukosa melapisi saluran pencernaan, saluran respirasi, saluran kelamin dan saluran ekskresi. Membran mukosa juga tidak bisa ditembus bakteri dan virus. Karena antara satu membran dan membran lain sangat rapat. Membran mukosa menghasilkan lendir yang merupakan cairan kental untuk mengikat dan menggumpal kan bakteri yang masuk kedalam tubuh. Gumpalan itu dibuang oleh tubuh dalam bentuk cairan kental melalui mekanisme bersin atau batuk.

3. Zat Kimia Antimikroba

Zat kimia dapat menghancurkan lapisan peptidoglikan dinding sel bakteri. Interferon yang merupakan protein antivirus yang dapat disintesis oleh sebagian besar sel tubuh sebagai respon terhadap kehadiran virus. Interferon berfungsi menghentikan reproduksi dari virus. Garis pertahanan kedua terjadi di bagian dalam tubuh berupa fagositosis oleh sel fagosit, reaksi inflamasi dan interferon.

4. Fatagosit

Sel-sel fatagosit menelan dan mencerna benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Itu dilakukan sel darah putih dengan jenis neutrofil, monosit, eosinofil, dan sel pembuluh alami.

5. Reaksi Inflamasi

Jika mikroba telah merusak jaringan, sel-sel jaringan yang telah rusak tersebut kemudian akan mengirimkan sinyal. Sinyal pertama adalah histamin yang mengakibatkan peradangan (pelebaran pembuluh darah), sedangkan yang kedua adalah interferon yang akan menyiagakan sel-sel lain.

Pertahanan Tubuh Adaptif (Spesifik)

Pada pertahanan adaptif terjadi jika garis pertama tubuh mendapat serbuan. Maka sel, molekul dan organ dari sistem imunitas menghasilkan suatu pertahanan yang spesifik untuk melawan agen yang menyerang. Sehingga sistem pertahanan tersebut akan bekerja untuk melawan bila agen asing menyerang tubuh. Imunitas dihasilkan dari produksi antibodi spesifik yang dikhususkan untuk antigen tertentu. Antigen adalah suatu molekul penanda yang terdapat pada permukaan sel yang dapat merangsang produksi antibodi. Pertahanan spesifik dapat mengenal benda asing, karena terdapat kemampuan mengingat kembali antigen tertentu. Itu dapat diaplikasikan pada konsep imunisasi. Imunisasi adalah pemberian perlindungan pada tubuh dari serangan penyakit dengan memberikan vaksin.

Nah, setelah mengetahui apa itu sistem imun, dan macam-macam bentuk pertahanan sistem imun pada tubuh, selanjutnya kita bahas nih, tips-tips yang baik untuk menjaga sistem imun tubuh, apalagi disaat pandemi seperti ini, hal ini sangat dibutuhkan, karena tubuh kita dituntut harus sehat dan bugar, agar tidak gampang terserang penyakit maupun virus corona itu sendiri.

Yuk simak!

1. Istirahat Yang Cukup
Memiliki sistem kekebalan tubuh kuat merupakan impian semua orang. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, manusia harus mampu menjaga serta meningkatkan imun agar tidak terinfeksi virus covid-19 yang kini menjadi momok menakutkan.

Menurut National Sleep Foundation, seorang manusia dewasa setidaknya membutuhkan waktu untuk tidur selama kurang lebih 7-9 jam dalam sehari. Maka dari itu, istirahat yang cukup merupakan cara simpel saat proses meningkatkan imun tubuh.

Perlu diingat, bahwa tanpa tidur cukup dalam sehari, tubuh tidak akan bisa memproduksi sitokin dalam jumlah banyak. Sitokin merupakan sejenis protein yang digunakan untuk melawan infeksi serta peradangan kemudian secara efektif akan menciptakan respon imun tubuh.

2. Rutin Berolahraga
Menurut salah seorang ahli di National Institute of Health, olahraga dapat merangsang kinerja antibodi serta sel-sel darah putih. Sehingga kegiatan ini sangat cocok jika dilakukan pada masa pandemi guna meningkatkan sistem imun dalam tubuh.

Dengan berolahraga seseorang juga bisa mengeluarkan bakteri melalui saluran pernapasan, hal ini menjadikannya dapat mengurangi resiko terjangkit berbagai penyakit. Intensitas waktu untuk melakukan kegiatan ini kurang lebih sekitar 75 menit aktivitas fisik aerobik dalam satu minggu.

3. Makanan Bergizi Seimbang
Makanan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan selama masa pandemi covid-19. Maka dari itu, perlu adanya gizi yang seimbang ketika makan agar seseorang dapat meningkatkan imun tubuh.

Gizi yang seimbang merupakan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dengan jumlah serta jenis tertentu sesuai kebutuhan tubuh. Untuk itu seseorang perlu memperhatikan prinsip keberagaman pangan, mengontrol berat badan secara rutin, dan menjaga perilaku hidup bersih.

4. Konsumsi Makanan Penunjang Sistem Imun
Cara meningkatkan imun selanjutnya yaitu dengan mengkonsumsi banyak makanan yang baik untuk sistem kekebalan tubuh. Beberapa contohnya adalah brokoli dan bayam. Di dalam dua jenis sayur tersebut mengandung antioksidan tinggi serta vitamin A.

Selain kedua sayur tersebut, masih banyak lagi makanan yang bisa Anda konsumsi untuk meningkatkan imun tubuh, di antaranya yaitu kunyit, bawang putih, seafood (ikan, kerang, tiram), serta buah-buahan seperti lemon, jeruk, kiwi, jambu, dan lain-lain.

5. Konsumsi Banyak Air Putih
Di masa pandemi seperti saat ini, sangat penting bagi seseorang untuk tetap menjaga bahkan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak terinfeksi virus. Maka dari itu Anda perlu memenuhi kebutuhan air sehingga tidak akan mengalami dehidrasi.

Dalam sehari, setidaknya manusia harus mengkonsumsi air sebanyak dua liter atau lebih. Hal itu dapat membantu meningkatkan imun tubuh agar tidak membuat metabolisme menjadi turun sehingga memiliki potensi tertular virus.

6.  Hindari Atau Jangan Merokok
Aktivitas merokok baik dengan rokok elektronik atau nikotin tetap saja dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya perokok aktif, namun perokok pasif juga akan terkena dampaknya ketika menghirup asap rokok.

Hal itu dikarenakan nikotin dapat menambah jumlah hormon stress atau kadar kortisol. Kemudian akan mengurangi pembentukan respon antigen sel T serta antibodi sel B. Oleh karena itu, buat Anda yang ingin meningkatkan imun tubuh, coba hindari rokok dan berhenti mulai dari sekarang.

7. Batasi Konsumsi Alkohol
Banyak orang yang bilang jika banyak mengkonsumsi alkohol dalam tubuh dapat mematikan virus covid-19. Akan tetapi pada kenyataannya justru sebaliknya, ketika seseorang terlalu banyak meminumnya maka hal itu dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Kadar alkohol yang berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh. Untuk itu, bagi Anda yang sedang dalam masa meningkatkan imun batasilah konsumsi makanan mengandung zat ini. Sebenarnya alkohol memang bisa membunuh virus, akan tatapi hanya pada permukaan benda mati.

8. Kelola Stress Dengan Baik
Tips atau cara meningkatkan imun tubuh yang paling penting untuk dilakukan yaitu mengelola stress dengan baik. Karena, jika tidak maka dapat memicu adanya produksi hormon kortisol dalam jumlah besar.

Ketika hormon kortisol tinggi, maka sistem imun dapat melemah. Dalam mengelola stress Anda bisa melakukan berbagai hal, seperti olahraga ringan, beraktivitas dengan hobi, aktif bersosialisasi bersama teman walaupun melalui telepon genggam, dan sebagainya.

9. Menjaga Kebersihan Makanan
Dalam menjaga dan meningkatkan imun tubuh seseorang harus mampu menerapkan pola perilaku hidup bersih. Salah satunya yaitu dengan memperhatikan kebersihan makanan yang akan masuk ke dalam dirinya.

Menjaga kebersihan makanan sangat perlu diperhatikan mulai dari cara membersihkan bahan, proses pembuatan, hingga perlengkapan atau alat yang akan digunakan saat makan dan minum. Hal itu dilakukan agar virus tidak masuk ke dalam tubuh manusia.

10. Sering Berjemur
Adanya asupan vitamin D sangat diperlukan ketika meningkatkan imun tubuh selama masa pandemi covid-19. Menurut salah satu dokter spesialis kulit dari RSUD Dr. Moewardi Surakarta, seseorang dapat meningkatkan kekebalan tubuh jika terkena paparan sinar mata hari pada jam 08.00-09.00.

Intensitas waktu yang diperlukan untuk berjemur juga tidak perlu lama-lama. Cukup 10-15 menit saja setiap kali Anda melakukan kegiatan tersebut. Akan tetapi harus dilakukan rutin kurang lebih 2-3 kali dalam seminggu.

11. Batasi Penambahan Gula
Jumlah penambahan gula yang dikonsumsi sangat berpengaruh pada kelebihan berat badan seseorang. Jika itu, terjadi maka secara tidak langsung dapat melemahkan sistem kekebalan dalam tubuh manusia.

Untuk itu selama proses meningkatkan imun tubuh, setidaknya Anda harus mampu berusaha membatasi asupan gula yang masuk hingga kurang dari lima persen dari jumlah kalori harian. Hal ini tentu bertujuan agar daya tahan tubuh tetap kuat di masa pandemi seperti ini.

12. Konsumsi Suplemen Secara Rutin
Selain mengkonsumsi banyak makanan-makanan bergizi, terkadang seseorang juga perlu sumplemen pendamping dalam meningkatkan imun tubuh. Pemilihannya pun tidak bisa sembarangan, salah satu obat herbal yang bisa digunakan yaitu Mosehat, ramuan alami dengan sejuta manfaat.

Mosehat sangat bermanfaat jika digunakan sebagai sumplemen tambahan dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Obat herbal ini mampu melawan inflamasi, memperlancar peredaran darah, mengurangi kandungan lemak, dan memiliki kandungan antioksidan tinggi.

Sampai jumpa di artikel Tips and Trick kami selanjutnya, Salam hangat.