SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kebiasaan Ini Sepele Tapi Dapat Mempercepat Penuaan Dini

Kondisi kulit yang muda, sehat, dan terawat, secara tidak langsung membuat penampilan terlihat lebih segar. Tidak mengherankan jika banyak orang, terutama wanita, mendambakan kondisi kulit yang awet muda dan terhindar dari penuaan dini

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa proses penuaan dini pada kulit tidak terjadi secara tiba-tiba. Penuaan dini pada kulit terjadi sebagai hasil dari kesalahan pola hidup dan kebiasaan tidak sehat yang secara tidak sadar sering dilakukan.

Untuk menghindari penuaan dini, sebaiknya Anda hindari kebiasaan-kebiasaan berikut ini.

Dilansir dari CNN Indonesia, berikut ini adalah kebiasaan buruk yang dapat mempercepat penuaan dini

1. Sering mengonsumsi minuman sembarangan

Supaya kulit tetap lembap dan tidak keriput, tubuh perlu banyak mengonsumsi air. Namun tidak semua air yang dikonsumsi baik bagi tubuh, terutama kulit. Minuman yang tidak baik bagi kulit antara lain alkohol dan soda. Zat yang terkandung dalam minuman alkohol menyebabkan kulit dehidrasi dan mengurangi kadar vitamin A dalam tubuh sehingga kulit tampak kering dan kusam.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Tak jauh beda dari alkohol, soda sama buruknya bagi kulit bahkan otak–seperti halnya bagi organ-organ tubuh yang lain. Studi dalam jurnal Alzheimer & Dementia pada 2017 mengungkapkan konsumsi soda harian dikaitkan dengan penurunan volume otak dan penurunan fungsi memori. Terlebih, dalam studi lanjutan ditemukan bahwa orang yang minum diet soda tiga kali lebih mungkin mengalami stroke atau serangan jantung daripada mereka yang tidak pernah mengonsumsi minuman manis. Sebaiknya ganti soda dan alkohol dengan air putih, smoothie, teh herbal, atau jus buah segar tanpa banyak gula.

2. Sering marah-marah

Kemarahan, stres, dan menyimpan dendam tidak hanya mengacaukan pencernaan, tetapi juga menyebabkan penuaan dini. Memiliki sikap yang kaku, tidak bisa santai, dan tidak kenal kompromi dapat ‘memperkeras’ tubuh. Sering marah-marah sebenarnya paling dekat dengan risiko penyakit jantung koroner, sementara depresi terkait dengan penuaan sel.

Tak dimungkiri bahwa stres atau kemarahan tak sepenuhnya bisa dihindari, tetapi ketimbang marah dan menyimpan dendam sebaiknya temukan cara-cara positif untuk melepaskan emosi berlebih seperti dengan olahraga, meditasi, dan aktif dalam keterlibatan sosial. Selain itu, jiwa yang penuh emosi dapat memengaruhi kondisi fisik Anda. Tubuh menahan stres dan trauma dengan rahang yang menjadi kaku, alis berkerut, dan bahu yang merosot. Postur seperti itu dapat memperburuk kondisi fisik Anda.

3. Tidak merawat kulit dengan baik

Penuaan berkorelasi dengan tampilan fisik salah satunya kulit. Oleh karenanya, penting untuk menjaga kesehatan kulit dengan melakukan perawatan. Sebelum tidur atau pada malam hari selepas beraktivitas bersihkan wajah dari kotoran, debu, dan sisa riasan, kemudian aplikasikan pelembap atau moisturizer supaya kulit tidak kering.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Kulit yang lembap dapat mendorong regenerasi kulit. Di siang hari, jangan pernah tinggalkan tabir surya, baik pada wajah maupun tubuh. Sinar matahari merupakan penyebab utama kerusakan kulit seperti keriput, flek, bahkan berujung pada kanker kulit. 90 persen penuaan disebabkan oleh matahari. Jadi memakai tabir surya setiap hari merupakan kebiasaan terbaik yang bisa dilakukan untuk membuat awet muda. Meski cuaca mendung maupun bukan musim kemarau, tetap gunakan sunscreen. Sebab sinar UVA–sinar yang paling merusak–dapat menembus awan dan kaca yang menyebabkan penuaan dini dan mungkin kanker kulit.

4. Terjebak macet setiap hari

Lokasi kantor yang jauh dari rumah, belum lagi disertai macet merupakan kenyataan yang menyebalkan. Ternyata, menghabiskan berjam-jam setiap hari di dalam kendaraan dan terjebak macet sama buruknya bagi kesehatan sekaligus kewarasan Anda. Perjalanan yang panjang dan macet meningkatkan level kortisol dan adrenalin yang bisa berujung pada meningkatnya risiko serangan jantung.

Jadi, ada ancaman fisik langsung. Kecuali jika Anda benar-benar menyukai pekerjaan itu, tapi coba pertimbangkan kembali untuk menemukan kantor yang lebih dekat dengan rumah atau memilih tempat tinggal yang jaraknya berdekatan dengan kantor. Sebuah studi mengungkapkan bahwa perjalanan dari rumah ke kantor yang lebih dari 16 kilometer dan harus ditempuh setiap hari memberi efek merugikan bagi kesehatan, seperti ketidakbahagiaan hingga tekanan darah tinggi. Namun sebagian besar efek yang nyata dari perjalanan panjang itu tak hanya fisik seperti otot tegang, melainkan mental–stres, kemarahan, kebosanan, dan kelesuan. Lihat juga:5 Trik Membiasakan Diri Agar Enggak Sering Ngaret

5. Posisi tidur yang salah

Telentang adalah posisi tidur yang paling baik karena kulit tidak rentan gesekan dan tekanan yang membuat keriput. Apabila dirasa tidak mungkin mengontrol posisi ketika tidur, gunakan sprei dan sarung bantal berbahan lembut seperti satin yang tidak keras bagi kulit. Jangan menyepelekan posisi tidur karena dapat memunculkan keriput.

Selama tidur kulit akan melakukan regenerasi. Tengkurap dan menempelkan wajah pada bantal saat tidur dapat memicu lipatan di wajah. Telentang adalah posisi teraman bagi regenerasi kulit wajah. Tapi jika lebih sering dan nyaman tidur dengan posisi miring, gantilah sarung bantal dari bahan satin yang lembut di kulit wajah.

6. Makan junk food

Makanan cepat saji atau fast food kebanyakan menjadi pilihan makanan bagi Anda yang sibuk. Namun jangan kebanyakan ya, sebab kandungan minyak, MSG, garam, dan lemak trans yang tinggi memicu penyakit kardiovaskular yang dapat memperpendek usia. Banyak artikel kesehatan yang mengamini bahwa junk food tidak baik untuk kesehatan. Junk food atau makanan cepat saji bergizi rendah dan tinggi MSG (monosodium glutamat).

Zat penambah citarasa yang bersifat adiktif tersebut memiliki efek toksik dalam tubuh. Selain itu, lemak trans juga ditemukan di makanan cepat saji, makanan yang digoreng, kalengan. Lemak trans tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung, tetapi juga memperkeras arteri atau menyempitkan pembuluh darah yang bisa melemahkan aliran darah ke kulit dan menyebabkan penuaan dini dan kerutan.

7. Terlalu lama duduk dan membungkuk

Apabila Anda bekerja di belakang meja yang mengharuskan duduk berjam-jam, coba beri jeda untuk berdiri dan berjalan-jalan sebentar agar tubuh dan otot meregang. Kadang tanpa disadari posisi tubuh dan leher ketika duduk menjadi membungkuk. Ini bisa menyebabkan sakit punggung yang merupakan tanda penuaan.

Jika Anda menghabiskan sebagian besar hari Anda dengan duduk, Anda tidak sendirian. Sebagian besar dari kita duduk ketika perjalanan menuju kantor, duduk ketika bekerja. Semua aktivitas yang melibatkan kebanyakan duduk ini membuat kita semakin tua, lho. Sebuah penelitian American Journal of Epidemiology menemukan bahwa terlalu banyak duduk membuat sel-sel tubuh menua. Para peneliti menemukan bahwa duduk terlalu banyak dan tidak aktif menyebabkan pemendekan sel. Artinya, orang yang tidak banyak bergerak selama setidaknya 10 jam sehari secara biologis sel-sel tubuhnya lebih tua. Untuk mencegah hal ini, lakukan olahraga dan perbanyak aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau memilih naik-turun tangga ketimbang lift, misalnya.

Hal tersebut akan diperparah dengan posisi tubuh yang buruk seperti membungkuk. Membungkuk dapat menarik otot dan tendon yang menyebabkan otot-otot tegang dan nyeri. Membungkuk kronis bahkan dapat menyebabkan sakit punggung kronis. Selain itu perhatikan posisi leher menunduk ketika melihat handphone. Postur leher dan kepala yang menunduk itu memberi tekanan pada bagian depan tulang belakang. Kebiasaan ini dapat melemahkan struktur tulang belakang, menyebabkan radang sendi–penyakit yang umum dialami orang tua.

8. Menggunakan sedotan

Meski tidak merusak lipstik atau belepotan, minum dengan sedotan akan membuat mulut mengernyit. Jika terjadi terus-menerus akan menciptakan garis-garis halus di sekitar bibir dan membuat wajah terlihat tua. Sedotan plastik tidak hanya buruk bagi lingkungan tapi juga menyebabkan Anda terlihat lebih tua. Menyedot minuman dengan sedotan sama halnya dengan menyipitkan mata dapat menyebabkan kerutan di sekitar mulut.

Hal itu dikarenakan melibatkan kontraksi otot di sekitar bibir. Jika ini dilakukan berulang kali, otot akan menjadi lebih kuat dan kerutan akan menjadi lebih dalam dan lebih jelas. Singkirkan sedotan dan minum langsung dari gelas. Meski minum dari sedotan tampaknya menghindarkan cairan gelap menodai gigi, namun mengerucutkan bibir karena menyesap sedotan justru menyebabkan garis bibir yang mengelilingi mulut.

9. Terlalu sering memasang headphone

Boleh-boleh saja menggunakan headset namun jangan terlalu keras dan terlalu lama karena paparan suara yang kencang dengan durasi yang panjang berujung pada gangguan pendengaran.

Jika terlalu sering memasang headphone dengan volume keras, lama-kelamaan akan merusak telinga. Berdasarkan National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) paparan suara yang panjang atau berulang di atas 85 desibel dapat menyebabkan gangguan pendengaran. 85 desibel setara dengan deru lalu lintas kota yang padat dan bising, atau pemutar MP3 dengan volume maksimum mencapai 105 desibel.

Masalah gangguan pendengaran biasanya terjadi secara bertahap dan Anda mungkin tidak menyadarinya sampai itu semua terlambat. NIDCD menyarankan untuk menghindari kebisingan yang terlalu keras, terlalu dekat, atau terlalu lama, serta jangan biarkan telinga sampai berdengung ketika baru melepas headphone. Itu menunjukkan volume musik yang disetel terlalu keras.

10. Merokok

Merokok hanya membawa dampak buruk bagi perokok aktif maupun pasif. Racun pada rokok yang dibakar itu menimbulkan asap, jika terisap dan terpapar kulit akan memicu munculnya tanda penuaan bahkan penyakit paru-paru. Selain faktor sinar UV matahari, merokok adalah salah satu penyebab keriput terbesar. Menyedot rokok di mulut tidak hanya menyebabkan garis-garis halus, tetapi racun dari rokok itu sendiri dapat membuat kulit menua.

Tembakau mengandung lebih dari 3.800 komponen kimia yang dapat merusak jaringan kulit, menjadikan perokok lebih tua dari dalam maupun luar. Merokok dapat mengurangi elastisitas kulit, menyebabkan garis-garis halus pada wajah, bahkan dapat membuat rambut beruban. Nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah di kulit, terlebih merokok dikaitkan dengan kanker paru-paru dan penyakit kardiovaskular. Oleh sebab itu, hentikan rokok sekarang juga.

11. Melewatkan ‘sexy time’

Bagi pasutri, berhubungan intim merupakan aktivitas yang tidak boleh ditinggalkan karena membawa manfaat bagi kesehatan fisik sekaligus menjaga keterikatan emosional dengan pasangan dan menghilangkan stres. Kurangnya berhubungan intim bagi pasangan suami-istri berarti kehilangan banyak manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang umur. Seks terbukti menurunkan tekanan darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi sakit kepala, meningkatkan kontrol kandung kemih pada wanita serta mengurangi kemungkinan kanker prostat pada pria. Inilah alasannya bagi yang sudah menikah untuk terus rutin berhubungan karena bisa memperlambat penuaan. Berhenti berhubungan seks cenderung meningkatkan stres, depresi, dan memperlemah imun. Semua faktor itu tentu akan membuat fisik tampak lebih tua.