SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Terdiagnosis Positif Covid-19

Meski telah melakukan langkah pencegahan sebaik mungkin, masih ada kemungkinan kita terinfeksi Covid-19. Yah, mendapat diagnosis positif Covid-19 memang bukan hal yang menyenangkan.

Tapi, Anda tak perlu putus asa. Harapan untuk sembuh setelah terdiagnosis Covid-19 sangatlah besar. Yang perlu kita lakukan setelah terdiagnosis positif Covid-19 hanyalah melakukan penanganan yang tepat.

Lalu apa yang perlu dilakukan setelah terdiagnosis positif Covid-19? Ketika Anda terdiagnosis Covid-19.

Berikut langkah penanganan yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan:

1. Lakukan isolasi mandiri

Lakukan isolasi mandiri agar orang disekitar anda tidak tertular. Jika Anda disarankan untuk menjalani karantina di rumah, beri tahu pihak berwenang dan tunggu mereka mengambil langkah selanjutnya.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Lakukan karantina di ruangan dengan vetilasi udara yang baik serta gunakan kamar mandi yang terpisah. Pisahkan juga alat makan dan alat mandi yang Anda gunakan dengan orang yang tinggal satu rumah dengan Anda.

Orang-orang yang berada di sekitar Anda juga harus menjalani tes Covid-19 untuk menghindari risiko tertular. Semua orang yang tinggal di bawah satu atap harus dikarantina juga selama minimal seminggu.

2. Jangan Keluar Rumah Sama Sekali

Selama masa isolasi, jangan ke luar rumah sama sekali. Minta bantuan orang lain atau gunakan jasa antar (delivery) untuk makanan dan berbagai kebutuhan pokok Anda.

3. Pakai Masker dan Jaga Jarak

Pasien maupun anggota keluarga lain wajib memakai masker di dalam rumah dan selalu jaga jarak untuk menghindari kemungkinan paparan Covid-19.

4. Pantau Suhu Pasien Dua Kali Sehari

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Cek suhu tubuh pasien isolasi mandiri untuk ketahui kondisi pasti sehingga apabila tiba-tiba drop, bisa segera panggil bantuan medis.

5. Pisahkan Alat Makan dan Pakaian

Peralatan makan dan pakaian untuk pasien isolasi mandiri wajib terpisah dengan penghuni rumah lain. Cucilah dengan air panas.

6. Tetap Berinteraksi Secara Virtual

Pastikan pasien dapat berkomunikasi dengan teman dan keluarga lewat panggilan video, virtual meeting, atau bermain game online bersama.

7. Lakukan Hal Kreatif untuk Memecah Kebosanan

Anda tentu bosan jika hanya duduk dan tidur di kasur selama 14 hari. Lakukanlah hal yang menyenangkan seperti menggambar, membaca, atau melukis.

8. Cuci Tangan secara Teratur

Cucilah tangan secara teratur untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.

9. Tetap Aktif Berolah Raga untuk Menjaga Imunitas Tubuh

Lakukan olah raga yang Anda sukai agar tubuh tetap fit dan mampu melawan virus corona Covid-19.

Banyak pilihan olah raga yang bisa dilakukan di dalam kamar seperti yoga, lompat tali, dan lain-lain.

10. Jangan Biarkan Tamu Datang

Jika Anda punya tamu penting, sebaiknya batalkan janji untuk datang ke rumah agar tidak terpapar virus corona.

Lakukan virtual meeting agar keperluan Anda dan tamu tetap dapat diselesaikan dengan baik.

11. Bersihkan Semua Permukaan yang Sering Disentuh

Gagang pintu, toilet, kursi, meja, dinding dan permukaan lain yang sering disentuh wajib dibersihkan secara berkala.

Gunakan disinfektan dari pemutih pakaian dengan perbandingan 1:50 untuk mengelap semua permukaan.

Biarkan permukaan tersebut tetap basah selama 1 menit agar virus hilang dan mati.

Untuk permukaan yang tidak boleh terkena air seperti ponsel dan barang elektronik lainnya, gunakan cairan alkohol 70 persen.

Dikutip dari Eat This, ini lima makanan yang sebaiknya dihindari pasien COVID-19

1. Makanan dalam kemasan

Makanan dalam kemasan mengandung natrium, pengawet, aditif, dan tambahan gula yang dapat menyebabkan peradangan.

“Makanan olahan dengan kadar gula tinggi, asam lemak omega-6, natrium, dan aditif bermutu rendah dapat memicu peradangan,” ujar ahli diet Sydney Greene.

Greene menjelaskan saat tubuh mengalami peradangan, sistem kekebalan akan terbebani sehingga membuatnya lebih rentan terhadap penyakit. Hindari makan dalam kemasan yang memiliki natrium dan zat aditif tinggi, seperti keripik kentang maupun makanan kemasan lainnya.

2. Terlalu banyak daging merah

Meskipun tidak terinfeksi virus Corona, konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi. Kandungan tersebut dapat meningkatkan peradangan.

Saat dalam masa penyembuhan COVID-19, penting untuk mengonsumsi makanan yang mengurangi peradangan. Ganti asupan lemak dari daging dengan mengonsumsi lemak nabati seperti alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan salmon.

3. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng termasuk makanan cepat saji mengandung banyak lemak. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan yang digoreng dapat merusak sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, makanan yang digoreng juga dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL), yang terkait dengan penyakit kardiovaskular.

“Saat digoreng, makanan menjadi lebih padat secara kalori, karena bagian luar makanan kehilangan air dan menyerap lemak (atau) minyak,” kata ahli diet Ashley Kitchens. Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang digoreng saat kamu berada dalam masa pemulihan COVID-19.

4. Minuman manis

Gula tambahan dalam minuman dapat menyebabkan peradangan pada tubuh. Soda dan minuman manis lainnya harus dihindari saat mengikuti diet antiinflamasi. Jika kamu ingin cepat pulih, maka hindari meminum minuman manis.

5. Makanan pedas

Hindari makanan pedas karena bumbu dapat mengiritasi tenggorokan atau memperparah batuk. Jika mengalami hidung tersumbat cobalah untuk mengonsumsi minuman hangat maupun sup untuk meringankan gejalanya.

Itu dia beberapa tips / rekomendasi yang sudah kami rangkum. Jika tips atau rekomendasi diatas sangat membantu, ada baiknya bila membagikannya juga artikel ini ke teman-teman kamu yaa.

Selamat mencoba & semoga berhasil !

Sampai Jumpa di artikel Tips & Trick dan rekomendasi kami selanjutnya..

Salam Hangat…