SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Bebas Finansial Di Masa Depan Dengan Rumus Compounding Interest

Investasi saham memang menyuguhkan keuntungan yang menggiurkan. Mulai dari penghasilannya yang dividen, adanya kepemilikan dan transparansi, serta kesempatan berbisnis yang sangat luas hingga seluruh dunia. Namun, untuk bisa sukses dalam investasi saham, dibutuhkan ketelitian dan kecermatan yang tinggi. Terlebih ada banyak istilah yang perlu dipahami. Compound interest adalah salah satunya.

Ingin tahu maksud dari compound interest dan bagaimana serba-serbinya?

Menjadi kaya belum tentu menjamin kebahagiaan. Namun dengan memiliki uang, kita bisa lebih bebas melakukan apa yang kita inginkan dan mewujudkan mimpi mimpi kita. Apalagi jika Anda sudah bebas finansial.

Anda pasti berpikir oke saya mau bebas finansial. Saya ingin bebas menikmati hidup saya. Bagaimana caranya?

Lewat artikel ini, saya ingin membagikan kepada Anda keajaiban investasi jangka panjang yang bisa berperan penting untuk membangun kekayaan Anda.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Pentingnya Investasi Jangka Panjang Untuk Membangun Kekayaan

Jadi mengapa kita berinvestasi jangka panjang?

Investasi jangka panjang dapat memberikan Anda kebebasan waktu. Seorang investor hanya tinggal beli suatu saham dan tidak terikat untuk terus memperhatikan saham yang dibelinya. Artinya setelah beli saham yang tepat di waktu yang tepat, Anda bisa melakukan kegiatan lain. Anda bisa meluangkan waktu lebih lama dengan keluarga atau melakukan hobi-hobi Anda.

Selain itu investasi jangka panjang bisa menjadi salah satu passive income Anda. Artinya tanpa harus bekerja Anda bisa mendapatkan uang.

Dari ber investasi saham Anda mendapatkan dua keuntungan yaitu capital gain dan dividen. Capital gain adalah selisih antara harga beli dengan harga saham sekarang. Artinya, saat harga saham naik, uang Anda sudah bertumbuh dan selisih itu akan menjadi keuntungan Anda. Dengan investasi saham, Anda juga akan mendapatkan dividen. Dividen adalah laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.

ADVERTISEMENT - CONTINUE READING BELOW

Selain itu berinvestasi artinya Anda menternakkan uang Anda menggunakan system Compound Interest yang sangat menguntungkan dalam jangka panjang.

Compound Interest: Keajaiban Dunia Ke 8

Seorang investor tidak bisa kaya dalam semalam. Saya akan gunakan konsep bola salju. Bola salju yang tadinya kecil,akan menjadi sangat besar dan powerful ketika ia terus menggelinding,begitu juga dengan investasi. Modal awal yang Anda investasikan, lama kelamaan seperti bola salju akan membesar dengan bantuan efek compound interest.

Apa itu compound interest?

Istilah mudah untuk compound interest adalah bunga yang berbunga. Lebih jelasnya jika Anda menginvestasikan modal Anda dan Anda mendapatkan bunga dari investasi Anda, maka bunga yang didapat akan diinvestasikan lagi sehingga berbunga. Dengan Compound Interest, pembayaran bunga terus ditambahkan ke pokok simpanan dan pokok yang sudah ditambahkan ini akan terus mendapatkan bunga.

Salah satu orang yang berhasil dalam berinvestasi adalah Warren Buffet. Warren Buffet mampu menjadi orang terkaya di dunia murni dari hasil investasi. Dalam setahun, Warren Bufett, rata-rata menghasilkan return investasi hanya 24.7% saja. Namun beliau konsisten dengan return tersebut. Alhasil dalam 40 tahun return telah menggulung menjadi 146.877%!

Hal ini dikarenakan apa yang disebut sebagai compound interest. Mengutip Albert Einstein system compound interest adalah keajaiban dunia ke 8.

Mari kita hitung Bersama. Jika Anda menginvestasikan uang Rp 1 juta dengan return 20% per tahun. Bagaimana hasilnya dalam 5 tahun ke depan?

Rumus menghitung compound interest adalah =

P= modal

r=bunga

n= periode waktu

t= tahun

Jika Anda kurang menyukai berhitung, Anda pasti pusing dengan rumus ini. Namun, tidak mengapa karena sekarang sudah banyak kalkulator yang mampu menghitung compound interest secara otomatis. Anda bisa langsung search di google Compound Interest Calculator.

Oke, kembali ke perhitungan, dalam 5 tahun, dengan uang 1 juta rupiah yang kita investasikan dengan return 20% per tahun adalah Rp 2.488.320,00. Selama 10 tahun uang tersebut menjadi Rp. 6.191.736,00 dan selama 20 tahun akan menjadi Rp 38.337.599,00

Bayangkan jika Anda menginvestasikan Rp 100.000.000,00 maka dalam 5 tahun uang Anda akan menjadi Rp 248.832.000,00 dan dalam 20 tahun uang Anda akan menjadi Rp 3,83 milyar!

Kesimpulannya semakin dini Anda berinvestasi maka hasilnya akan semakin optimal!

Sekarang Anda sudah tau mengapa berinvestasi jangka panjang itu menarik dan penting. Saatnya untuk memulai.

Apa yang Saya Butuhkan Untuk Memulai Investasi?

Investor yang sukses tau apa yang dibutuhkan untuk bisa berhasil berinvestasi. Sebelum kita masuk ke strategy, ada satu hal penting yang harus Anda perhatikan yaitu mindset yang digunakan seorang investor

Seorang investor memiliki mindset membeli perusahaan. Artinya, seorang investor yakin bahwa prospek dan fundamental perusahaan, baik manajemen maupun profitabilitas perusahaan tersebut baik dan terus bertumbuh. Dalam jangka panjang, investor percaya bahwa harga saham akan terus bertumbuh mengikuti fundamental perusahaan.

Yang paling penting adalah seorang investor butuh kesabaran. Karena investasi butuh waktu jangka panjang. Anda tidak bisa kaya dari investasi dalam semalam. Jadi Anda harus sabar menunggu investasi Anda berbunga.

Oke, sekarang ke intinya. Gimana caranya untuk ber investasi saham?

Strategy Simple Ber investasi Saham

Jika kita bicara strategy, ada banyak sekali strategy untuk ber investasi saham. Namun, dari banyak strategy ini semuanya kembali ke ilmu fundamental.

Tiga strategy berinvestasi.

Yang pertama adalah, value investing. Value investing adalah sebuah strategy ber investasi saham dengan mencari saham-saham berkinerja bagus yang berada di bawah harga wajarnya.

Kedua adalah strategy growth investing. Growth investor menggunakan indicator laba perusahaan yang bertumbuh. Growth investor yakin pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan akan berdampak positif pada kenaikan harga saham.

Nah, kedua strategy di atas tentunya membutuhkan skill ilmu fundamental untuk menganalisa kinerja perusahaan yang sesuai dengan kriteria masing-masing investor.

Strategy investasi yang terakhir lebih simple dan bisa Anda mulai sekarang juga yaitu strategy Dollar Cost Averaging.

Strategy Dollar Cost Averaging lebih simple disebut menabung saham. Dengan strategy ini, investor membeli instrument investasi secara bertahap dengan nominal yang sama pada periode tertentu sehingga diperoleh nilai investasi yang merupakan rata-ratanya, tidak hanya ketika pasar sedang turun namun juga ketika pasar sedang naik.

Misalnya Anda membeli saham BBRI di harga 15200 pada hari ini 5 July 2017 dengan nominal Rp 1 juta, maka untuk bulan depan tanggal 5 Agustus Anda akan membeli saham BBRI dengan nominal yang sama pada harga yang tertera saat itu. Dalam jangka panjang rata-rata harga saham ini akan memberikan keuntungan bagi investor. Lebih lanjutnya lagi Anda bisa baca di buku saya yang baru. Ditunggu ya terbitnya.

Untuk strategi ini, Anda bisa pilih saham yang defensive dalam jangka panjang, tahan terhadap krisi dan bukan merupakan saham musiman. Sebaiknya pilih perusahaan yang sudah mapan. Contohnya produk barang dan jasa dibeli / digunakan berulang-ulang oleh konsumen, minim pesaing atau punya pangsa pasar yang besar. Intinya, cari perusahaan yang mampu untuk eksis menghasilkan profit konsisten dalam rentang waktu panjang.