SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tips & TrickTips Ampuh Atasi Android Lemot

Tips Ampuh Atasi Android Lemot

Setelah menggunakan HP Android bertahun-tahun, biasanya terjadi penurunan performa dari ponsel pintar tersebut. Selain kinerja baterai yang mulai menurun, HP Android lemot pasti juga terjadi. Kalau gadget kesayangan kamu tersebut sudah mulai lemot, rasanya bikin emosi saja ya

Performa HP Android yang menjadi lambat bukan semata-mata terjadi karena usia smartphone. Cara kamu menggunakan dan merawat smartphone juga punya peran besar membuat Android lemot. Ingatlah bahwa sebuah HP Android juga pastinya punya kapasitas berbeda-beda dan sudah sewajarnya kamu sesuaikan kebutuhanmu menurut kapasitas tersebut.

Advertisements

Penyebab HP Android Lemot

HP Android Lemot Disebabkan oleh Aplikasi yang Terpasang Tidak Sesuai dengan Kapasitas Penyimpanan

Sebelum kamu terlalu impulsif memasang berbagai aplikasi di HP Android, coba periksa kembali kapasitas penyimpanannya. Sebagian besar orang biasanya kurang peduli pada memori penyimpanan dan langsung memasang banyak aplikasi. Padahal, belum tentu semua aplikasi yang dipasang itu rutin dipakai.

Aplikasi-aplikasi yang hanya menumpuk dan jarang sekali dipakai menyedot memori penyimpanan. Kalau dibiarkan terlalu lama, pasti membuat HP Android lemot. Oleh sebab itu, kamu harus cukup bijak dalam menghitung untuk menentukan aplikasi apa saja yang harus disimpan. Ingat, tiap HP Android punya RAM dan CPU dengan kemampuan yang berbeda-beda.

Memori Internal Dipaksa untuk Selalu Penuh

Kecepatan memori internal akan menurun seiring semakin banyaknya file yang kamu simpan di sana. Entah itu aplikasi, foto, video, atau file yang tidak pernah kamu hapus meski sudah bertahun-tahun. Memori internal yang semakin penuh ini pastinya jadi biang keladi utama HP Android lemot, apalagi jika sudah bertahun-tahun.

Untuk itu, ada baiknya kamu memanfaatkan penggunaan memori eksternal untuk menyimpan data di luar aplikasimu. Misalnya, foto atau video. Saat memori eksternal kamu penuh, kamu dapat menggantinya dengan yang baru. Jadi, memori internal kamu lebih aman karena tidak terpakai untuk banyak hal sekaligus.

Kinerja Baterai yang Menurun Bisa Juga Membuat HP Android Lemot

Baterai juga berperan dalam menurunnya performa HP Android. Kamu biasanya mulai merasakan tanda-tanda baterai bocor setelah dua hingga tiga tahun penggunaan smartphone. Secara tidak langsung, hal ini bisa membuat HP Android lemot.

Baterai yang sudah lama dipakai memengaruhi pemrosesan program dan memori smartphone secara keseluruhan. Oleh sebab itu, penting juga bagi kamu untuk ikut merawat daya tahan baterai dengan tidak membiarkannya di-charge terlalu lama. Jangan pula membiarkan HP Android kamu benar-benar mati baru di-charge ya!

RAM dan Memori Flash Storage Mengalami Degradasi

RAM dan memori flash storage juga bisa mengalami penurunan layaknya baterai. Penyebabnya antara lain adanya aktivitas penulisan dan penghapusan data yang ternyata dapat mengurangi performanya. Efeknya, potensi HP Android lambat pun semakin besar.

HP Android Lemot karena Update Sistem Operasi Tidak Sesuai Kebutuhan

Melakukan update sistem operasi memang penting untuk kamu lakukan karena sering kali update semacam ini dapat memengaruhi peningkatan kinerja. Namun, ada juga update sistem operasi yang memakan space tersendiri di memori internal. Nah, hal inilah yang patut kamu pertimbangkan.

Kalau HP Android yang kamu miliki punya memori dan RAM rendah, rasanya update sistem operasi tidak harus dilakukan. Memaksakan diri untuk update sistem operasi tanpa sesuai kebutuhan hanya membuat HP Android lemot. Jika kamu ingin tetap update sistem operasi terbaru sementara smartphone kamu tak mendukung, mungkin inilah saatnya kamu ganti smartphone saja.

Cara Mengatasi Android Lemot

1. Gunakan Satu Aplikasi Antivirus Saja

Jika kamu adalah pengguna yang percaya dengan fungsi antivirus di smartphone Android, sebaiknya perhatikan hal ini. Hampir sama dengan aplikasi bawaan sistem, aplikasi antivirus terus berjalan di background.

Dampaknya RAM kamu jadi boros, dan performa Android jadi lemot. Bisa dibayangkan jika kamu meng-install lebih dari satu aplikasi antivirus di Android kamu, kan?

Makanya, cara mengatasi Android lemot, gunakan satu aplikasi antivirus saja. Tapi pentingkah meng-install antivirus di Android? Jaka sendiri sih tidak menggunakannya.

2. Perhatikan Jumlah Memori

Setiap smartphone dibekali dengan spesifikasi memori yang berbeda. Selain RAM, kapasitas memori internal juga mempengaruhi performa smartphone loh. Saat memori internal yang tersedia tinggal sedikit, maka Android menjadi lemot.

Makanya, untuk mengatasi Android lemot sebaiknya kamu hindari menyimpan banyak data hingga memenuhi memori internal.

Jika kamu sering menyimpan banyak data di smartphone, usahakan untuk membeli smartphone yang dibekali dukungan kartu memori. Atau beli smartphone yang dibekali memori internal luas.

3. Gunakan Aplikasi Serbaguna

Alih-alih meng-install banyak aplikasi yang malah membuat memori internal jadi penuh, mending install satu aplikasi tapi memiliki banyak fungsi. Jika Android kamu sudah di-root, salah satu aplikasi multifungsi yang Jaka sukai adalah Apps2SD.

Karena dalam satu aplikasi kamu bisa mendapatkan fungsi yang banyak, seperti partisi SD Card, backup aplikasi, link aplikasi ke memory card, dan lainnya.

Jika belum di-root, kamu bisa mendapatkan banyak fungsi serupa di aplikasi Clean Master.

4. Auto Kill

Kamu yang sering melakukan multi tasking di Android, pasti sudah terbiasa menemukan banyak aplikasi yang aktif di Recent Apps.

Dampak lanjutan saat banyak aplikasi yang berjalan di Recent Apps adalah RAM semakin sesak, dan Android jadi lemot.

Untuk menghindarinya coba kamu gunakan fitur Auto Kill. Fitur ini akan membuat aplikasi tidak bisa berjalan di background, sehingga Android kamu tidak akan lemot.

5. Hapus atau Hentikan Aplikasi Yang Tidak Terpakai

Memang banyaknya aplikasi baru di Google Playstore selalu menarik untuk dicoba. Tanpa disadari, banyak aplikasi yang hanya menarik di awal saja atau bahkan ternyata memiliki fungsi yang sama dengan aplikasi yang kita pasang sebelumnya.

Dampaknya, ruang penyimpanan di Android kamu menjadi tersita oleh aplikasi yang sebenarnya tidak berguna.

Maka untuk menjaga agar Android kamu tetap cepat, hapus aplikasi-aplikasi yang tidak terpakai atau memiliki fungsi sama tersebut.

Kadang, memang beberapa aplikasi tidak dapat dihapus karena merupakan bawaan sistem. Dan fakta bahwa kadang aplikasi bawaan sistem tersebut berjalan walau tidak dibutuhkan, sehingga mengkonsumsi RAM dan memperlambat Android kamu.

Untuk menghentikannya, kamu buat aplikasi-aplikasi tersebut Disable, dengan cara masuk Settings – Apps, lalu pada tab Running pilih aplikasi yang tidak kamu butuhkan, dan pilih Disable.

6. Gunakan Aplikasi Berbayar

Menggunakan aplikasi gratisan memang enak. Karena tanpa harus mengeluarkan uang, kita bisa mencoba fitur keren yang ada di aplikasi tertentu. Tapi, tahukah kamu bahwa meng-install aplikasi gratisan itu sama dengan siap jadi kelinci percobaan?

Karena dengan memberikan aplikasi gratisan inilah pengembang akan mendapatkan banyak review untuk mengetahui bugs apa saja yang menimpa di aplikasinya.

Selain menjadi kelinci percobaan, menggunakan aplikasi gratisan juga bisa membuat Android lemot karena banyaknya iklan yang disematkan di dalamnya.

7. Selalu Update Software

Setiap ada pemberitahuan update software, segera lakukan update. Hal ini bertujuan untuk segera memperbaiki masalah yang mungkin dibawa oleh sistem sebelumnya.

Karena bisa dipastikan update itu bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik dari sebelumnya.

Advertisements

Meski kadang ditemui kenyataan bahwa setelah update justru semakin buruk, namun pihak pengembang pasti tidak akan diam saja jika memang ditemui ada masalah pada sistemnya.

Selalu luangkan waktu untuk memeriksanya di menu Settings – About – System Update lalu pilih Check for Updates.

Hal ini juga berlaku untuk aplikasi yang kamu gunakan. Saat ada pemberitahuan update aplikasi di Google Play Store, luangkan waktu untuk segera melakukan update. Periksa aplikasi yang membutuhkan update pada tab My Apps & Games di Google Playstore.

8. Bersihkan Cache Partition

Berbeda dengan cache data aplikasi, cache partition berguna untuk menyimpan proses-proses yang dijalankan oleh sistem. Sehingga akan mempercepat Android kamu untuk dapat segera digunakan setelah mematikan atau melakukan Restart perangkat.

Namun, lama kelamaan cache partition akan terus menumpuk di background dan memperlambat kinerja Android kamu.

Untuk menjaga agar Android kamu tetap cepat, kamu bisa menghapus cache partition sebulan sekali dengan masuk ke Recovery Mode, lalu pilih Wipe Cache Partition.

9. Kurangi Penggunaan Widget

Salah satu yang membuat Android tampak menarik adalah adanya Widget.

Bukan cuma memperindah tampilan homescreen Android kamu, tapi Widget juga berguna sebagai jalan pintas untuk memantau berbagai aplikasi tanpa harus membuka aplikasi terkait.

Meski membuat Android kamu tampak indah dan mempercepat akses ke aplikasi, namun hal ini juga akan menyita konsumsi RAM yang lebih besar. Dampaknya, Android kamu menjadi lambat.

Maka dari itu, kurangi penggunaan Widget untuk mengatasi Android lemot.

10. Kurangi atau Matikan Animasi di Android Kamu

Animasi adalah salah satu pencuri RAM di perangkat Android. Nah, cara mengatasi Android lemot selanjutnya adalah dengan mematikan animasi di menu Setting > Developer Options.

Lalu, ubah nilai Windows animation scale, Transition animation scale, dan Animator duration scale ke nilai terkecil, atau dibuat off sekalian.

11. Bersihkan Cache Data

Cache adalah tempat menyimpan data sementara dari aplikasi yang sedang atau pernah kamu gunakan.

Dengan adanya cache di Android, kamu akan dengan cepat membuka aplikasi yang sebelumnya pernah digunakan. Namun, dibalik manfaatnya tersebut, cache yang dibiarkan menumpuk akan membuat Android kamu menjadi lemot.

Cara mengatasi android yang lemot karena cache menumpuk ini adalah dengan selalu menghapus cache dari setiap aplikasi yang sering kamu gunakan.

Caranya, masuk Settings – Apps – All lalu cari aplikasi yang akan dibersihkan cache-nya, dan pilih Clear Cache.

Atau, kamu juga bisa sekaligus membersihkan cache pada Android melalui menu Settings – Storage – Cached Data, dan pilih OK saat ada pop up.

12. Matikan Auto-Sync

Untuk tetap terhubung dengan semua akun yang terpasang di Android kamu, fitur Auto-Sync harus diaktifkan.

Namun hal ini berdampak besar pada kinerja Android kamu. Maka mematikan Auto-Sync sangat bermanfaat untuk mengatasi Android kamu yang lemot, namun berdampak kamu harus manual membuka aplikasi seperti Email atau Calendar.

Untuk bisa mengatur agar Android kamu tetap terhubung di saat penting, dan otomatis mematikan Auto-Sync di jam santai, kamu bisa menggunakan aplikasi MacroDroid – Device Automation sekaligus untuk menghemat baterai Android kamu

13. Gunakan Launcher Lain

Salah satu kelebihan Android yang membuatnya banyak digunakan adalah kemudahan untuk melakukan kustomisasi. Jika bosan dengan tampilan yang dibawa oleh OEM perangkat Android, kamu bisa coba menggunakan aplikasi Launcher.

Selain berganti suasana, mengganti launcher juga berguna untuk mengatasi Android kamu yang terasa lemot berkat UI bawaannya.

Banyak launcher terbaik dan gratis yang bisa kamu coba di Google Playstore. Beberapa di antaranya bukan hanya memberikan tampilan yang apik dan fitur baru, namun juga membuat Android kamu menjadi lebih ringan dan cepat saat digunakan.

14. Lakukan Factory Reset

Mungkin beberapa di antara kamu sudah sering melakukan Factory Reset. Bisa jadi kamu melakukannya hanya karena adanya masalah pada Android kamu.

Padahal Factory Reset ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala.

Hal ini bertujuan untuk membersihkan semua yang bertumpuk di Android kamu. Kamu bisa melakukan Factory Reset melalui menu Settings – Backup & reset – Factory data reset.

15. Gunakan Custom ROM

Selain menggunakan launcher, salah satu bentuk kustomisasi Android yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan custom ROM.

Dengan menggunakan custom ROM, kamu jadi bisa menikmati ROM lain yang telah ditingkatkan performanya. Sekaligus juga mencoba sistem operasi terbaru jika ternyata pihak vendor tidak lagi menyediakan update sistem operasi untuk perangkat Android yang digunakan.

Itu dia tips agar android kamu tidak lemot. Jika tips atau rekomendasi diatas sangat membantu, ada baiknya bila membagikannya juga ke teman-teman kamu yaa.

Selamat mencoba dan semoga berhasil !

Sampai Jumpa di artikel Tips & Trick kami selanjutnya..

Salam Hangat…

Rekomendasi jasa backlink Terjamin murah dan terpercaya terbaik di Indonesia