SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Fakta Tentang Susu Beruang Bear Breand Yang Sedang Banyak Diburu

Benarkah susu beruang bisa menyembuhkan covid 19? Banyak kisah yang beredar para penyintas covid 19 mengkonsumsi susu ini dan pemulihannya lebih cepat.

Sebelumnya sempat beredar sebuah video warga berebut susu beruang dalam sebuah tempat perbelanjaan.

Berikut adalah fakta tentang susu beruang

1. Sejarah susu beruang Bear Brand

Susu beruang diperkenalkan ke pasar pada tahun 1898 di Swiss, saat itu susu beruang terkenal dengan nama Barenmarke. Kemudian pada tahun 1930-an, susu ini masuk dan diperkenalkan di Indonesia.

Selanjutnya susu ini juga dibawa ke Thailand pada tahun 1980. Kini susu produksi Nestle ini tersedia di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, Swiss, dan Afrika Timur.

ADVERTISEMENT

Sudah sejak lama susu beruang diklaim sebagai susu untuk menyembuhkan penyakit. Masyarakat pada zaman dahulu bisa mendapatkan susu beruang di toko kelontong China karena dahulu jumlah produksinya tidak seperti saat ini.

Seorang dari agensi iklan lokal pernah bercerita soal susu beruang lewat akun twitter bernama @pipis. Ia menceritakan fakta menarik soal susu beruang yang disebut sudah ada sejak tahun 1906.

2. Dikenal sebagai susu untuk obat

Masih lewat akun twitter @pipis, diceritakan kalau orang-orang di zaman dulu mencari susu beruang di toko obat China. Hal ini dikarenakan susu beruang hanya dijual di toko-toko China.

Secara turun temurun, susu beruang dipercaya sebagai obat untuk memulihkan stamina dan menetralisir racun dalam tubuh. Ditambah lagi iklan susu beruang yang banyak muncul membuat susu ini semakin populer.

3. Pergantian logo

ADVERTISEMENT

Pada 2001, Nestle meluncurkan Bear Brand Jr. Produk ini ditujukan sebagai suplemen untuk bayi. Tak hanya itu, susu beruang kini juga hadir dalam banyak varian rasa seperti coklat, white malt, goji berry, serta white kidney beans.

Inovasi produk inilah yang kemudian membuat susu beruang berganti logo pada 2009. Logo anak beruang yang dipangku beruang dewasa resmi dihapus. Logonya berubah menjadi seekor beruang yang memegang segelas susu.

Dilansir dari Logos Fandom Bear Brand, logo susu beruang zaman dahulu tidak seperti sekarang. Logo susu beruang bertransformasi sejak tahun 1906-1996. Perubahannya bisa dilihat dari bentuk gambar beruang pada kemasan kalengnya.

4. Kandungan susu beruang Bear Brand

Susu memang memiliki kandungan nilai gizi yang baik. Di dalamnya, terkandung protein hingga mineral yang bermanfaat untuk kesehatan. Namun, bukan berarti masyarakat harus memilih satu produk susu tertentu untuk dikonsumsi. Kadungan gizi produk susu beruang sama saja dengan yang lainnya. “Susu evaporasi, ultra high temperature (UHT), susu cair, semuanya sama,” kata Tan. Ada pun rincian kandungan susu beruang, antara lain sebagai berikut: Bear Brand (satu kaleng 189 ml) mengandung 120 kalori, 9 gram karbohidrat, 6 gram protein, dan 7 gram lemak.

Pada varian yang lain, Bear Brand Gold Malt Putih (1 kaleng 140 ml) mengandung 120 kalori, 19 gram karbohidrat, 9 gram gula, 4 gram protein dan 15 gram lemak. Untuk Bear Brand Teh Putih (1 kaleng 140 ml) mengandung 70 kalori, 10 gram karbohidrat, 8 gram gula, 4 gram protein dan 2 gram lemak. Perlu diingat, susu beruang yang ramai diburu ini pada dasarnya adalah susu sapi. Produknya telah melalui proses sterilisasi murni untuk membunuh bakteri, kuman, dan spora. Proses ini sebenarnya serupa dengan produk susu lainnya.

Sebagai informasi, konsumsi susu tidak lantas dapat meningkatkan imunitas tubuh. Manusia juga membutuhkan makanan bergizi dan aktivitas lainnya untuk menjaga kesehatan.

5. Khasiat susu beruang

Susu beruang miliki berbagai khasiat untuk kesehatan. Antioksidan yang tinggi pada susu beruang membuat susu ini bisa diandalkan untuk membersihkan aliran darah.

Susu beruang mengandung vitamin A, E, dan C yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Kombinasi ketiga vitamin tersebut bisa membantu regenerasi kulit mati. Tak jarang susu beruang kerap dijadikan masker wajah untuk menjaga kelembaban dan kesehatan kulit.

Atas khasiatnya ini, kini susu beruang banyak diburu masyarakat. Terlebih lagi saat pandemi Covid-19. Ketersediaan susu beruang di toko dan minimarket mulai langka. Bahkan beberapa penjual mematok harga tinggi untuk satu kaleng susu beruang.

Bagaimana Cara Tingkatkan Imunitas Saat Pandemi?

1. Istirahat yang Cukup

Memiliki sistem kekebalan tubuh kuat merupakan impian semua orang. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, manusia harus mampu menjaga serta meningkatkan imun agar tidak terinfeksi virus covid-19 yang kini menjadi momok menakutkan.

Menurut National Sleep Foundation, seorang manusia dewasa setidaknya membutuhkan waktu untuk tidur selama kurang lebih 7-9 jam dalam sehari. Maka dari itu, istirahat yang cukup merupakan cara simpel saat proses meningkatkan imun tubuh.

Perlu diingat, bahwa tanpa tidur cukup dalam sehari, tubuh tidak akan bisa memproduksi sitokin dalam jumlah banyak. Sitokin merupakan sejenis protein yang digunakan untuk melawan infeksi serta peradangan kemudian secara efektif akan menciptakan respon imun tubuh.

2. Rutin Berolahraga

Menurut salah seorang ahli di National Institute of Health, olahraga dapat merangsang kinerja antibodi serta sel-sel darah putih. Sehingga kegiatan ini sangat cocok jika dilakukan pada masa pandemi guna meningkatkan sistem imun dalam tubuh.

Dengan berolahraga seseorang juga bisa mengeluarkan bakteri melalui saluran pernapasan, hal ini menjadikannya dapat mengurangi resiko terjangkit berbagai penyakit. Intensitas waktu untuk melakukan kegiatan ini kurang lebih sekitar 75 menit aktivitas fisik aerobik dalam satu minggu.

3. Makanan Bergizi Seimbang

Makanan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan selama masa pandemi covid-19. Maka dari itu, perlu adanya gizi yang seimbang ketika makan agar seseorang dapat meningkatkan imun tubuh.

Gizi yang seimbang merupakan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dengan jumlah serta jenis tertentu sesuai kebutuhan tubuh. Untuk itu seseorang perlu memperhatikan prinsip keberagaman pangan, mengontrol berat badan secara rutin, dan menjaga perilaku hidup bersih.

4. Konsumsi Makanan Penunjang Sistem Imun

Cara meningkatkan imun selanjutnya yaitu dengan mengkonsumsi banyak makanan yang baik untuk sistem kekebalan tubuh. Beberapa contohnya adalah brokoli dan bayam. Di dalam dua jenis sayur tersebut mengandung antioksidan tinggi serta vitamin A.

Selain kedua sayur tersebut, masih banyak lagi makanan yang bisa Anda konsumsi untuk meningkatkan imun tubuh, di antaranya yaitu kunyit, bawang putih, seafood (ikan, kerang, tiram), serta buah-buahan seperti lemon, jeruk, kiwi, jambu, dan lain-lain.

5. Konsumsi Banyak Air Putih

Di masa pandemi seperti saan ini, sangat penting bagi seseorang untuk tetap menjaga bahkan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak terinfeksi virus. Maka dari itu Anda perlu memenuhi kebutuhan air sehingga tidak akan mengalami dehidrasi.

Dalam sehari, setidaknya manusia harus mengkonsumsi air sebanyak dua liter atau lebih. Hal itu dapat membantu meningkatkan imun tubuh agar tidak membuat metabolisme menjadi turun sehingga memiliki potensi tertular virus.

6.  Hindari atau Jangan Merokok

Aktivitas merokok baik dengan rokok elektronik atau nikotin tetap saja dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya perokok aktif, namun perokok pasif juga akan terkena dampaknya ketika menghirup asap rokok.

Hal itu dikarenakan nikotin dapat menambah jumlah hormon stress atau kadar kortisol. Kemudian akan mengurangi pembentukan respon antigen sel T serta antibodi sel B. Oleh karena itu, buat Anda yang ingin meningkatkan imun tubuh, coba hindari rokok dan berhenti mulai dari sekarang.

7. Batasi Konsumsi Alkohol

Banyak orang yang bilang jika banyak mengkonsumsi alkohol dalam tubuh dapat mematikan virus covid-19. Akan tetapi pada kenyataannya justru sebaliknya, ketika seseorang terlalu banyak meminumnya maka hal itu dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh

Kadar alkohol yang berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh. Untuk itu, bagi Anda yang sedang dalam masa meningkatkan imun batasilah konsumsi makanan mengandung zat ini. Sebenarnya alkohol memang bisa membunuh virus, akan tatapi hanya pada permukaan benda mati.  

8. Kelola Stress dengan Baik

Tips atau cara meningkatkan imun tubuh yang paling penting untuk dilakukan yaitu mengelola stress dengan baik. Karena, jika tidak maka dapat memicu adanya produksi hormon kortisol dalam jumlah besar.

Ketika hormon kortisol tinggi, maka sistem imun dapat melemah. Dalam mengelola stress Anda bisa melakukan berbagai hal, seperti olahraga ringan, beraktivitas dengan hobi, aktif bersosialisasi bersama teman walaupun melalui telepon gengam, dan sebagainya.

9. Menjaga Kebersihan Makanan

Dalam menjaga dan meningkatkan imun tubuh seseorang harus mampu menerapkan pola perilaku hidup bersih. Salah satunya yaitu dengan memperhatikan kebersihan makanan yang akan masuk ke dalam dirinya.

Menjaga kebersihan makanan sangat perlu diperhatikan mulai dari cara membersihkan bahan, proses pembuatan, hingga perlengkapan atau alat yang akan digunakan saat makan dan minum. Hal itu dilakukan agar virus tidak masuk ke dalam tubuh manusia.

10. Sering Berjemur

Adanya asupan vitamin D sangat diperlukan ketika meningkatkan imun tubuh selama masa pandemi covid-19. Menurut salah satu dokter spesialis kulit dari RSUD Dr. Moewardi Surakarta, seseorang dapat meningkatkan kekebalan tubuh jika terkena paparan sinar mata hari pada jam 08.00-09.00.

Intensitas waktu yang diperlukan untuk berjemur juga tidak perlu lama-lama. Cukup 10-15 menit saja setiap kali Anda melakukan kegiatan tersebut. Akan tetapi harus dilakukan rutin kurang lebih 2-3 kali dalam seminggu.

11. Batasi Penambahan Gula

Jumlah penambahan gula yang dikonsumsi sangat berpengaruh pada kelebihan berat badan seseorang. Jika itu, terjadi maka secara tidak langsung dapat melemahkan sistem kekebalan dalam tubuh manusia.

Untuk itu selama proses meningkatkan imun tubuh, setidaknya Anda harus mampu berusaha membatasi asupan gula yang masuk hingga kurang dari lima persen dari jumlah kalori harian. Hal ini tentu bertujuan agar daya tahan tubuh tetap kuat di masa pandemi seperti ini.

12. Konsumsi Suplemen Secara Rutin

Selain mengkonsumsi banyak makanan-makanan bergizi, terkadang seseorang juga perlu sumplemen pendamping dalam meningkatkan imun tubuh. Pemilihannya pun tidak bisa sembarangan.